Kehadiran maskapai milik negara tidak menutup ruang bagi swasta. Sebaliknya, swasta harus tetap berperan penting menyediakan kapasitas angkut, memperluas jaringan, serta mendorong investasi, inovasi, dan efisiensi. Luasnya wilayah Indonesia, karakter kepulauan dan pegunungan, serta keragaman kebutuhan mobilitas membuat sistem perhubungan udara nasional terlalu kompleks untuk dapat hanya dilayani sepenuhnya oleh negara.
Diperlukan pembagian peran yang saling melengkapi. Negara menjamin pelayanan publik dan konektivitas strategis, swasta mengembangkan layanan melalui kegiatan usaha sehat dalam kerangka kepentingan nasional. Di sinilah INACA memiliki ruang penting.
Sebagai wadah maskapai nasional, asosiasi ini dapat membawa persoalan perusahaan ke pembahasan kebijakan publik di tingkat strategis dengan dukungan data yang dapat diuji. Advokasi industri akan semakin kuat apabila menjelaskan kaitan antara kesehatan maskapai dan kepentingan penumpang.
Permintaan keringanan biaya, misalnya, perlu disertai penjelasan manfaatnya bagi kesinambungan rute, kapasitas angkut, atau keterjangkauan tarif. Dengan demikian, dialog pemerintah, industri, dan masyarakat memiliki dasar yang lebih terang. Pada tataran inilah platform ekosistem industri penerbangan nasional dapat berdiri kokoh untuk mengabdi kepada negeri.
Keselamatan Penerbangan
Dalam menghadapi tekanan ekonomi, keselamatan harus tetap menjadi landasan utama. Efisiensi perlu diarahkan pada pengurangan pemborosan dan perbaikan proses kerja, dengan tetap menjamin kecukupan pemeliharaan, pelatihan, dan pengawasan.
Teknologi dan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional serta pelayanan penumpang jika didukung data andal, sistem aman, dan tenaga profesional. Investasi sumber daya manusia melalui pendidikan berkelanjutan perlu mendapat perhatian setara dengan investasi armada, disertai kepemimpinan bertanggung jawab dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, kesehatan keuangan, dan keselamatan sebagai fondasi kepercayaan masyarakat.
Penerbangan Indonesia juga perlu menghadapi tuntutan pengurangan emisi melalui pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan peningkatan efisiensi operasional, dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan, kemampuan industri, serta keterjangkauan layanan.
Memasuki usia ke-56, INACA diharapkan semakin memperkuat perannya dalam menyatukan agenda keselamatan, kesehatan usaha, pengembangan sumber daya manusia, konektivitas wilayah, dan tanggung jawab lingkungan. Semangat melampaui gelombang harus diwujudkan melalui kebijakan dan kerja nyata agar penerbangan terus menghubungkan masyarakat, memperluas akses pelayanan, dan membuka kesempatan pembangunan ekonomi di seluruh Nusantara.
Selamat HUT ke-56 INACA. Teruslah berkontribusi bagi kemajuan penerbangan nasional dan keutuhan konektivitas Indonesia.
Dirgahayu INACA.



KOMENTAR ANDA