post image
Ilustrasi
KOMENTAR

Lebih dari setengah penumpang dalam penerbangan dari China ke Italia dinyatakan positif Covid-19. Hal ini memicu kekhawatiran global terkait penyebaran luas virus setelah lonjakan kasus di negeri tirai bambu.

Saat ini, China bersiap untuk membuka perbatasannya meskipun ada lonjakan infeksi yang besar.

Dimuat Sky News pada Kamis (29/12), dua penerbangan dari China ke Milan mulai mewajibkan tes negatif Covid-19.

"Pada penerbangan pertama, dari 92 penumpang, 35 (38 persen) positif. Pada penerbangan kedua, dari 120 penumpang, 62 (52 persen) positif," ujar anggota dewan kesejahteraan regional Lombardy, Guido Bertolaso.

Pada Rabu malam (28/12), Amerika Serikat (AS) menjadi negara kelima yang memberlakukan pembatasan pada pelancong China.

Pembatasan ini diberlakukan seiring dengan keputusan Beijing untuk mengizinkan jutaan orang China bepergian ke luar negeri untuk Tahun Baru Imlek di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Perusahaan jasa perjalanan Trip.com dan Qunar mengatakan pemesanan tiket internasional dan pencarian informasi visa di situs web mereka naik lima hingga delapan kali lipat setelah pengumuman tersebut. Destinasi teratas termasuk Jepang, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Lonjakan kasus Covid-19 di China terjadi setelah otoritas mencabut kebijakan Zero Covid yang diberlakukan oleh Presiden Xi Jinping usai protes besar-besaran yang dilakukan oleh warga.


Industri Pariwisata Peru Terjun Bebas Sejak Machu Picchu Ditutup

Sebelumnya

Mulai Tahun Depan, Finlandia Akan Uji Coba Paspor Digital

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Destination