Jika Sumatera ingin bertahan sebagai ruang hidup, bukan sekadar ruang produksi, maka perubahan harus bersifat mendasar. Pengakuan hak masyarakat adat, pembatasan tegas ekspansi monokultur, pengendalian pertambangan, dan penegakan hukum lingkungan bukan pilihan moral, melainkan syarat keberlanjutan.
Tanpa itu, Sumatera akan terus bergerak menuju senyapnya dimana hutan hilang, sungai mati, dan peradaban runtuh perlahan disaksikan, tetapi jarang dicegah.


KOMENTAR ANDA