Elite lama masih kuat (jaringan politik, bisnis/dana melimpah, aparat yang masih loyal ke rezim lama, oligarki yang masih loyal ke rezim lama yang berjasa memperkaya mereka). Aparat belum sepenuhnya satu komando ideologis. Oligarki lintas rezim masih bercokol.
Catatan : M.Hatta Taliwang, Aktivis Politik
DALAM teori kekuasaan ada 3 model pembersihan kekuasaan
- Model Frontal, pecat dan tangkap dengan resiko terjadi kudeta, chaos.
- Model Kooptasi, dipertahankan tapi dikunci.Terkesan lambat dan lemah.
- Model Erosi Bertahap. Diganti diam-diam, satu persatu, sampai penguasa merasa stabil.
Penguasa yang menerapkan model frontal ada beberapa, silahkan dalami sejarahnya yang lengkap bila berkesempatan karena kami hanya meringkas, yakni:
1. Tsar Nicholas II – Rusia (1916–1917)
Langkah frontalnya adalah menyingkirkan elite lama (bangsawan dan jenderal), represi keras terhadap oposisi politik dan buruh. Mengabaikan kompromi dengan parlemen.
Dampaknya elite militer dan birokrasi berbalik arah. Rakyat kota memberontak dikenal sebagai Revolusi Februari. Militer menolak menembaki rakyat.
Akhirnya Tsar turun takhta dalam hitungan minggu sehingga Dinasti Romanov berakhir setelah 300 tahun berkuasa.
2. Mohammad Reza Shah Pahlevi – Iran (1977–1979)
Langkah frontalnya adalah: polisi rahasia SAVAK menangkapi ulama dan aktivis. Pembungkaman total oposisi. Reformasi/modernisasi tanpa konsensus ideologis.
Dampaknya oposisi melebur (ulama, kelompok kiri dan nasionalis menyatu). Sementara militer ragu ragu dan terbelah. Demonstrasi berubah jadi revolusi.
Hasilnya rezim runtuh dalam lebih kurang 1 tahun, Shah Iran kabur, Republik Islam berdiri.
Pelajaran yang bisa diambil adalah kalau menekan semua faksi sekaligus menciptakan atau melahirkan koalisi besar (grand coalition) oposisi.
3. Ferdinand Marcos – Filipina (1983–1986)
Langkah frontal Ferdinand Marcos adalah berupa tindakan pembunuhan thdp Benigno Aquino Jr. Penindasan demonstrasi secara terbuka. Pemilu curang (1986).
Akibatnya Gereja Katolik berbalik arah. Militer pecah, AS menarik dukungan. Sehingga terjadi People Power kemudian Marcos jatuh hanya dalam beberapa hari.
Kekuasaan yang melakukan tindakan frontal akan kehilangan legitimasi moral, sehingga bisa runtuh sangat cepat.
4. Nicolae Ceaușescu – Rumania (1989)
Inilah model kekuasaan yang paling frontal dan brutal dimana dilakukan perintah tembak demonstran, penangkapan massal, kontrol total media dan aparat.
Akibatnya tentara menolak perintah,elite partai membelot, demonstrasi membesar.
Akibatnya rezim runtuh dalam 7 hari. Ceaușescu dieksekusi oleh rakyat/tentara bersama isterinya.
5. Gorbachev (fase awal) vs Yeltsin – Uni Soviet (1989–1991)
Gorbachev terlalu frontal pada struktur lama, tanpa kesiapan pengganti yang stabil. Membuka sistem (glasnost), melemahkan Partai Komunis, mengguncang elite tanpa kontrol penuh.


KOMENTAR ANDA