post image
Dari kiri ke kanan: Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Prabowo Subianto.
KOMENTAR

Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu Amerika Serikat dengan Iran.

Kesediaan Prabowo ini disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui akun X @Kemlu_RI.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.

Israel secara mendadak menyerang sejumlah pemukiman sipil Iran di Tehran dan Isfahan serta kota lain pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei menjadi salah satu fasilitas yang disasar dalam serangan itu.

Sementata sebuah asrama putri di Isfahan dilaporkan ikut hancur dan sejauh ini menewaskan puluhan siswi.

Serangan Israel dilakukan di tengah putaran ketiga pembicaraan damai AS dan Iran di Jenewa yang dimediasi Oman.

Tak lama setelah serangan itu Iran melancarkan seranhan balasan menggunakan hak yang diatur dalam Pasal 51 Piagam PBN. Selain Tel Aviv, Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Lembaga think tank GREAT Institute mendukung langkah Presiden Prabowo menawarkan diri menjadi mediator di antara Israel dan AS di satu pihak dan Iran di pihak lain. 

"Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan Sabtu malam.

Teguh mengatakan, pembicaraan damai harus terus dilakukan. Metode dan pendekatan baru harus diaplikasikan, salah satunya dengan melibatkan Indonesia sebagai mediator. 

"Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira," katanya lagi.

Teguh juga mengatakan serangan balasan Iran adalah upaya untuk "menyamakan" kedudukan, dan itu legal karena dijamin dalam Piagam PBB.

Setelah kedudukan disamakan, dia berharap terjadi peredaan, dan pihak-pihak bertikai bersedia memulai kembali pembicaraan damai.


Kedubes Iran: AS dan Israel Serang Lokasi Sipil dan Infrastruktur Vital

Sebelumnya

Koalisi Israel-AS Memulai Serangan ke Iran

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global