post image
Infografis: ZonaTerbang
KOMENTAR

Pemerintah Indonesia secara resmi memproyeksikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk kawasan Asia. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi fasilitas bandara yang memiliki lahan luas serta sarana pendukung penerbangan yang sangat memadai.

Rencana besar ini berawal dari tawaran kerja sama yang diajukan oleh Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, saat bertemu dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, di Pentagon. Amerika Serikat berniat menjadikan Indonesia sebagai hub pusat pemeliharaan mesin dan armada Hercules di wilayah Asia, sebuah skema kerja sama yang diklaim belum dimiliki oleh negara-negara ASEAN lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam Rapat Kerja (Raker) Bersama antara Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, telah melaporkan rencana ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan persetujuan untuk menunjuk Kertajati sebagai lokasi utama. Penunjukan ini didasarkan pada visi untuk memperkuat industri pertahanan nasional sekaligus menangkap peluang pasar perawatan pesawat militer yang selama ini banyak dilakukan di luar negeri.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan didukung oleh pendanaan dari pemerintah Amerika Serikat. Meskipun rincian tenggat waktu pembangunan belum dipaparkan secara mendetail, Kementerian Pertahanan memastikan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memodernisasi alutsista dan memperkuat hubungan keamanan bilateral antara kedua negara.

Pembangunan "bengkel" raksasa ini akan diintegrasikan dengan pengembangan Kertajati Aerospace Park. Kawasan ekosistem kedirgantaraan seluas 84,2 hektar ini sudah memulai tahap pembangunan infrastruktur dasarnya sejak akhir tahun 2025 melalui kolaborasi antara PT BIJB dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia

Selain melayani pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, fasilitas MRO di Kertajati ini ditargetkan mampu melayani armada sejenis dari negara-negara lain di Asia. Kehadiran pusat perawatan ini diharapkan menjadi katrol utama bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat serta mewujudkan kemandirian industri aviasi nasional.

Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa penunjukan Kertajati sangat ideal karena lokasinya yang strategis dan dukungan infrastruktur yang mumpuni. Transformasi ini juga menjadi solusi atas tantangan operasional bandara yang sebelumnya mengalami ketidakseimbangan antara pendapatan dan biaya pemeliharaan.

Hingga Mei 2026, koordinasi intensif terus dilakukan antara kementerian terkait untuk memastikan operasional MRO dapat berjalan sesuai rencana. Dengan menjadi hub perawatan Hercules di Asia, Bandara Kertajati kini bersiap menanggalkan citra sebagai bandara sepi dan bertransformasi menjadi pilar vital dalam pertahanan dan industri dirgantara regional.


Dukung Konektivitas Udara, InJourney Tambah 53 Rute Baru

Sebelumnya

Lagi, Perdebatan Tentang Nama Trump sebagai Bandara di Palm Beach

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Airport