post image
Presiden Prabowo Subianto (kanan) ketika menandatangani Piagam Board of Peace di Davos, 22 Januari 2026.
KOMENTAR

Penutup: Konsistensi Perjuangan di Tengah Kompleksitas Geopolitik

Dengan demikian, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace seharusnya dipahami sebagai strategi diplomasi yang rasional dan konstitusional. Negara tidak sedang mengubah prinsip politik luar negeri, melainkan menyesuaikan instrumen diplomasi dengan dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Dalam kerangka tersebut, kebijakan ini justru mempertegas identitas Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia, termasuk bagi rakyat Palestina.


Disambut 12 Standing Ovation, Ini 7 Poin Penting Isi Pidato Raja Charles III di Kongres AS

Sebelumnya

Perang Iran Vs Israel-AS, Blokade Selat Hormuz & Kepentingan Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia

image