post image
Ilustrasi
KOMENTAR

Dimana Pertamina?

Dalam perspektif yang lebih luas, krisis ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Pertamina perlu memperkuat kapasitasnya tidak hanya sebagai perusahaan energi, tetapi sebagai institusi strategis negara. Ini mencakup penguatan governance, peningkatan kapasitas analisis risiko geopolitik, serta pembangunan sistem early warning terhadap disrupsi global.

Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan adanya alignment yang kuat antara kebijakan energi nasional dan strategi bisnis Pertamina. Tanpa sinkronisasi ini, respons terhadap krisis akan selalu terlambat dan tidak efektif.

Akhirnya, pertanyaan “di mana Pertamina?” bukan sekadar kritik terhadap satu entitas, tetapi refleksi atas kesiapan sistem energi nasional secara keseluruhan. Dalam dunia yang semakin tidak pasti, ketahanan energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Dan dalam konteks itu, Pertamina seharusnya tidak berada di belakang layar, tetapi berdiri di garis depan sebagai aktor utama yang memastikan negara tetap memiliki kendali atas masa depan energinya.


Duet Rosan-Ferry Gelar Buka Puasa Bersama MES, Bicarakan Penguatan Ekonomi Syariah di Tengah Krisis Global

Sebelumnya

Iran Benarkan Beberapa Kapal Telah Melintasi Selat Hormuz

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekbis