Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih, Kamis, 19 Maret 2026, Presiden AS Donald Trump membahas sebuah isu yang sangat sensitif bagi kedua negara.
Trump dengan sengaja menyamakan serangan yang dilakukan AS ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026 dengan serangan Jepang yang dilakukan Jepang atas Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941.
“Kami menginginkan kejutan. Siapa yang lebih tahu tentang kejutan selain Jepang? Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor?” kata Trump ketika seorang jurnalis bertanya mengapa ia tidak memberi tahu sekutu tentang rencana perangnya.
“Anda percaya pada kejutan, saya pikir jauh lebih percaya daripada kami,” ujar Trump lagi.
Times of Israel melaporkan, mata Takaichi terlihat melebar, dan ia bergeser di kursinya saat Trump, yang duduk di sampingnya di Ruang Oval, membangkitkan momen yang menyeret AS ke dalam Perang Dunia Kedua.
Serangan Jepang terhadap pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbor, Hawaii pada 7 Desember 1941, menewaskan 2.390 warga Amerika, dan AS menyatakan perang terhadap Jepang keesokan harinya.
Presiden AS Franklin D. Roosevelt menyebutnya sebagai “tanggal yang akan dikenang sebagai hari yang penuh aib.”
Amerika Serikat mengalahkan Jepang pada Agustus 1945, beberapa hari setelah serangan bom atom AS di Hiroshima dan Nagasaki menewaskan ratusan ribu warga sipil.



KOMENTAR ANDA