post image
Ilustrasi AI
KOMENTAR

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Selasa, 21 April 2026, bahwa dirinya memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Gencatan senjata itu tanpa batas waktu. Kata Trump lagi, perpancangan waktu gencatan senjata itu atas permintaan Pakistan yang menjadi mediator dalam pembicaraan damai.

Kantor Berita Tasnim yang menghimpun berbagai pendapat menyimpulkan arti dari pengumunan Trump itu, sebagai berikut:

Arti pertama adalah bahwa Trump telah kalah dalam perang. Ia telah menguji dan menerapkan semua skenario yang mungkin selama perang.

Trump tahu bahwa ia tidak akan mencapai apa pun melalui perang, jadi ia menganggap keluar dari perang sebagai cara terbaik bagi dirinya sendiri. Bahkan jika ia melanjutkan perang dengan keputusan yang bodoh, ia tidak akan mencapai apa pun.

Kedua, meski perang tidak menghasilkan apa pun bagi AS, Trump dapat melakukan segala cara, termasuk penipuan melalui segala cara yang mungkin, di antaranya perpanjangan gencatan senjata. Trump mungkin mengklaim memperpanjang gencatan senjata, tetapi kemudian pemerintahan teroris AS atau anjing gila regionalnya (Israel), dapat melakukan tindakan teroris.

Informasi yang diperoleh Tasnim menunjukkan bahwa para pejabat Iran memantau kemungkinan tersebut dengan cermat dan Iran tidak meremehkan skenario tersebut.

Ketiga, ada kemungkinan lain bahwa AS akan menarik diri dari perang dan Israel akan tetap berada dalam perang ini dengan dalih pelanggaran gencatan senjata di Lebanon!

Namun, Amerika sebelumnya telah diperingatkan bahwa AS tidak dapat secara sepihak keluar dari perang dan tetap melibatkan Israel dalam pertempuran.

Keempat, blokade laut yang berkelanjutan berarti kelanjutan permusuhan; Iran tidak akan membuka Selat Hormuz setidaknya selama blokade laut tetap berlaku, dan akan menerobos blokade dengan paksa jika perlu.

Kelima, Amerika Serikat berupaya untuk menjaga bayang-bayang perang di atas Iran dan menjaga ekonomi dan politik Iran dalam keadaan terhenti.

Amerika Serikat percaya bahwa situasi di Iran sama dengan situasi setelah perang 12 hari. Namun, periode saat ini memiliki perbedaan mendasar, yaitu kendali Iran atas Selat Hormuz. Jika Amerika ingin mempertahankan bayang-bayang perang, mereka harus tahu bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup sepenuhnya.


Bela Negara Dalam Perspektif Hubungan Internasional Modern

Sebelumnya

Iran Pastikan Tidak Penuhi Undangan AS untuk Negosiasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia