Konferensi Peninjauan NPT 2026 harus mampu membedakan keduanya. Jika gagal, konferensi ini hanya akan menghasilkan dokumen retoris tanpa dampak, sementara negara-negara di lapangan secara diam-diam terus memperkuat kemampuan mereka. Kembali ke JCPOA bisa menjadi langkah nyata jika disertai dengan mekanisme verifikasi yang lebih ketat dan jaminan politik dari semua pihak. Tanpa itu, ia akan tetap menjadi sekadar kesepakatan di atas kertas.
Tantangannya bukan bersifat teknis, melainkan politis. Kepercayaan telah hancur, dan membangunnya kembali membutuhkan lebih dari sekadar teks hukum. Ia membutuhkan tindakan yang konsisten.
Dunia tidak kekurangan ide tentang perlucutan senjata. Yang kurang adalah kemauan untuk menanggung biaya politik dari komitmen tersebut. Selama senjata nuklir masih dianggap sebagai simbol prestise, NPT akan tetap berada dalam posisi defensif.
Pada akhirnya, perdamaian yang kita cari bukanlah utopia tanpa senjata. Ia adalah sebuah keadaan di mana senjata ada, namun tidak pernah dipertimbangkan sebagai pilihan utama. Di sanalah titik temu antara pencegahan dan tanggung jawab moral, dan di sanalah ujian sesungguhnya bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026 berada.




KOMENTAR ANDA