Allison berhasil membuat konsep Thucydides’s Trap menjadi bahasa publik. Frasa itu kini sering muncul di media, pidato pejabat, dan debat kebijakan. Buku ini mengubah cara kita melihat hubungan AS-China: bukan sekadar persaingan ekonomi, tetapi pertarungan sejarah.
Bagi pembaca Indonesia, buku ini penting. Asia Tenggara berada di garis depan persaingan AS-China. Indonesia harus memahami logika kedua kekuatan besar agar bisa menjaga otonomi strategis dan menghindari terseret konflik.
Allison menutup bukunya dengan pesan mendesak: pemimpin AS dan China harus belajar dari sejarah. Mereka harus berani membuat keputusan sulit untuk menghindari perangkap. Jika gagal, konsekuensinya bisa berupa perang yang menghancurkan tatanan dunia.
Pada akhirnya, “Destined for War” bukan ramalan. Ia adalah peringatan. Allison menunjukkan bahwa perang bukan takdir, tetapi pilihan. Dan pilihan itu tergantung pada kebijaksanaan pemimpin hari ini.
Buku ini wajib dibaca bagi siapa saja yang ingin memahami geopolitik abad 21. Ia menantang kita untuk berpikir lebih dalam tentang kekuasaan, ketakutan, dan tanggung jawab negara besar dalam menjaga perdamaian dunia.




KOMENTAR ANDA