post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Buku ini mendapat pujian karena metodologinya yang kuat. Allison menggunakan data sejarah, wawancara dengan pemimpin, dan analisis kebijakan. Ia juga tidak memihak. Ia mengkritik AS ketika perlu, dan juga menyoroti ambisi China yang berbahaya.

Tidak Sepi Kritik

Buku ini tidak sepi kritik. Kelemahan buku Allison ini, tulis Crispin Rovere dari Australia dalam reviewnya di The Interpreter, bukanlah pada peringatannya bahwa AS dan Tiongkok berisiko jatuh ke dalam Perangkap Thucydides, melainkan pada penjelasannya mengenai mengapa perang tetap dapat dihindari.

Kritik lain dialamatkan pada era yang dijadikan Allison sebagai pembanding ketegangan antara AS dan China masa kini. Allison juga dinilai terlalu menekankan pada konflik dan sikap bermusuhan, tanpa berusaha menawarkan pendekatan alternatif yang sampai saat ini nyatanya membuat AS dan China masih berjarak dari perang. 

Meski begitu, “Destined for War” tetap relevan hingga 2026. Persaingan AS-China semakin tajam di Laut China Selatan, Taiwan, AI, dan rantai pasok global. Narasi "perang dagang" telah berkembang menjadi "persaingan sistemik".

Allison berhasil membuat konsep Thucydides’s Trap menjadi bahasa publik. Frasa itu kini sering muncul di media, pidato pejabat, dan debat kebijakan. Buku ini mengubah cara kita melihat hubungan AS-China: bukan sekadar persaingan ekonomi, tetapi pertarungan sejarah.

Bagi pembaca Indonesia, buku ini penting. Asia Tenggara berada di garis depan persaingan AS-China. Indonesia harus memahami logika kedua kekuatan besar agar bisa menjaga otonomi strategis dan menghindari terseret konflik.

Allison menutup bukunya dengan pesan mendesak: pemimpin AS dan China harus belajar dari sejarah. Mereka harus berani membuat keputusan sulit untuk menghindari perangkap. Jika gagal, konsekuensinya bisa berupa perang yang menghancurkan tatanan dunia.

Pada akhirnya, “Destined for War” bukan ramalan. Ia adalah peringatan. Allison menunjukkan bahwa perang bukan takdir, tetapi pilihan. Dan pilihan itu tergantung pada kebijaksanaan pemimpin hari ini.

Buku ini wajib dibaca bagi siapa saja yang ingin memahami geopolitik abad 21. Ia menantang kita untuk berpikir lebih dalam tentang kekuasaan, ketakutan, dan tanggung jawab negara besar dalam menjaga perdamaian dunia.


NATO Perkuat Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rusia

Sebelumnya

Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia