post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Burung jalak juga merupakan peran pembantu utama dalam film drama-komedi filosofis The Starling disutradarai Theodore Melfi dan dibintangi Melissa McCarthy bersama Kevin Kline menghayati makna dan matra kearifan etho-ekologis yang bisa dipetik dari jalinan hubungan manusia dengan lingkungannya termasuk burung jalak.

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

SATU di antara lagu ciptaan Ibu Sud yang paling saya gemari berjudul “Burung Kutilang”: Di pucuk pohon cempaka/ burung kutilang berbunyi / bersiul, siul sepanjang hari / dengan tak jemu jemu/ mengangguk angguk sambil berseru / trilili lili lilili.

Jenis burung yang pandai bersiul lagu bukan hanya burung kutilang namun juga burung kenari dan burung beo yang merdu bersiul melodi awal Indonesia Raya. Burung memang tersohor mahir berkomunikasi dengan sesama burung maupun manusia dengan bahasa musik. Saya pernah punya burung betet yang gemar berkomunikasi dengan bukan hanya manusia namun juga anjing dan kucing dalam bahasa mereka sendiri yang meniru bahasa manusia. Termasuk maknanya.

Pada tanggal 27 Mei tahun 1784, Wolfgang Amadeus Mozart berjumpa seekor burung jalak di pasar burung kota Salzburg. Burung jalak tersebut dianggap istimewa oleh Mozart sebab mahir bersiul melodi thema bagian ke tiga Konserto Pianoforte nomor 17 dalam G mayor.

Sang burung jenius dibeli oleh komponis jenius untuk menjadi satwa kesayangan Mozart dan diberi nama Leopold, nama ayah kandung Mozart yang berjasa (atau berdosa?) membina Mozart sehingga menjadi komponis dan pianis terkemuka era Klasik Wina sejaman para putra Johann Sebastian Bach.

Selama tiga tahun, jalak Leopold setia menemani Mozart dalam menempuh perjalanan kreatifitas musik di garda terdepan musik abadi dunia. Jauh sebelum The Beatles, Elvis atau Beyonce apalagi Taylor Swift. Terkesan Mozart lebih akrab dengan jalak Leopold ketimbang ayahnya maka tidak hadir pada pemakaman Leopold Mozart.

Namun Mozart menyelenggarakan upacara pemakaman lengkap dengan puisi epitaf didedikasikan Mozart khusus bagi Leopold yang jalak. Bukan mustahil tokoh opera Zauberfloete bernama Papageno yang berkostum mirip burung sambil menenteng sangkar berisi burung-burung terinspirasi jalak Mozart bernama Leopold.

Dua abad setelah Leopold Mozart maupun Leopold jalak almarhum, seorang pemikir ekologis dan naturalis bernama Lyanda Lynn Haupt menyelamatkan hidup seekor bayi burung jalak sehingga berkesempatan untuk lebih dekat memelajari sikap dan perilaku serta kecerdasan burung jalak yang sempat memesona Mozart. Hasil riset dan pengalaman Haupt tertuang apik di dalam buku berjudul Mozart’s Starling.

Redaksi Amazon.com memberi ulasan: In Mozart's Starling, Haupt explores the unlikely and remarkable bond between one of history's most cherished composers and one of earth's most common birds. The intertwined stories of Mozart's beloved pet and Haupt's own starling provide an unexpected window into human-animal friendships, music, the secret world of starlings, and the nature of creative inspiration. A blend of natural history, biography, and memoir, Mozart's Starling is a tour de force that awakens a surprising new awareness of our place in the world.

Formasi terbang burung jalak yang dinamis serta dramatis disebut Murmurasi, di mana ribuan burung jalak terbang bersama membentuk pola-pola menakjubkan seperti gelombang atau pusaran di angkasa, bertujuan untuk melindungi diri dari predator, menghemat energi saat migrasi, dan berbagi informasi makanan, dengan setiap burung mengikuti tetangganya melalui aturan sederhana yang menciptakan gerakan akrobatis serempak luar biasa dramatis di udara. Bentuk formasi murmurasi kerap kali dianggap mirip aurora.

Burung jalak juga merupakan peran pembantu utama dalam film drama-komedi filosofis The Starling disutradarai Theodore Melfi dan dibintangi Melissa McCarthy bersama Kevin Kline menghayati makna dan matra kearifan etho-ekologis yang bisa dipetik dari jalinan hubungan manusia dengan lingkungannya termasuk burung jalak.


Daya Beli Tidak Turun

Sebelumnya

Sanak Keluarga 1089

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana