post image
Mantan Ketua KPK RI Firli Bahuri bersama sejumlah jenderal purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026./ZonaTerbang
KOMENTAR

Sejumlah jenderal purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026.

Kehadiran para tokoh senior Korps Bhayangkara ini dalam rangka melaksanakan ziarah dan tabur bunga yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) yang ke-27. Kegiatan ini berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para pahlawan bangsa.

Rangkaian kegiatan di TMP Kalibata tersebut diawali dengan upacara penghormatan yang dipimpin langsung oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PP Polri. Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh nuansa nostalgia pengabdian. Kehadiran para tokoh ini memperlihatkan bahwa ikatan emosional dan jiwa korsa di antara para pensiunan perwira tinggi Polri tetap terjaga dengan sangat kuat.

Di antara deretan purnawirawan yang hadir, tampak sejumlah mantan Kapolri dan perwira tinggi legendaris lainnya. Di antaranya adalah Jenderal Pol (Purn) Timur Pradopo, Jenderal Pol (Purn) Sutarman, dan Jenderal Pol (Purn) Da'i Bachtiar. Tak ketinggalan, tokoh-tokoh senior seperti Komjen Pol (Purn) Nanan Sukarna, Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan, Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, Komjen Pol (Purn) Gories Mere, serta Komjen Pol (Purn) Makbul Padmanegara juga turut larut dalam momen sakral tersebut.

Salah satu sosok yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri. Pria kelahiran Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan ini memiliki rekam jejak karier yang panjang dan dinamis di kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 ini dikenal publik secara luas, tidak hanya karena pangkat bintang tiganya di kepolisian, melainkan juga berkat sepak terjangnya di ranah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi nasional.

Sebelum mencapai puncak kariernya di Polri, Firli Bahuri tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai wilayah. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai ajudan Wakil Presiden RI Boediono pada tahun 2012. Setelah itu, kariernya terus menanjak dengan mengemban amanah sebagai Wakapolda Banten, Wakapolda Jawa Tengah, hingga kemudian dipromosikan menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2017 dan Kapolda Sumatera Selatan pada tahun 2019.

Karier Firli semakin menjadi sorotan ketika ia mulai memasuki ranah pemberantasan korupsi. Sebelum terpilih menjadi pimpinan lembaga antirasuah, ia sempat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK pada tahun 2018. Puncak pengabdiannya di sektor ini terjadi ketika ia terpilih dan dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2019–2023, sebuah posisi yang menempatkannya di episentrum perhatian publik dan dinamika hukum nasional sebelum akhirnya resmi pensiun dari Polri.

Usai upacara ziarah di TMP Kalibata selesai, Firli Bahuri beserta para purnawirawan jenderal lainnya tidak langsung membubarkan diri. Mereka melanjutkan agenda dengan menggelar diskusi santai dan bincang-bincang mengenai berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan konjungtur politik, situasi ekonomi nasional, hingga dinamika internal dan transformasi yang tengah berlangsung di tubuh institusi Polri saat ini.

Dalam keterangannya kepada media usai acara tersebut, Firli Bahuri menjelaskan bahwa kegiatan ziarah dan upacara di TMP Kalibata ini sudah menjadi tradisi tahunan yang kerap dilakukan sebagai bagian dari rangkaian HUT PP Polri. "Ada sejumlah kegiatan amal dan sosial juga yang kita gelar. Nah, mengawali HUT PP Polri kita ziarah ke TMP Kalibata," ujar Firli menerangkan rangkaian kegiatan organisasi.

Lebih lanjut, Firli menekankan pentingnya momentum pertambahan usia PP Polri yang kini telah menginjak 27 tahun. Ia berharap organisasi yang mewadahi para pensiunan polisi ini bisa terus berkembang menjadi lembaga yang solid, kuat, dan konsisten dalam memberikan kontribusi positif, baik berupa pemikiran maupun aksi nyata, bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Bagi Firli dan rekan-rekan sejawatnya, menyandang status purnawirawan bukanlah akhir dari sebuah pengabdian kepada tanah air. Jiwa Bhayangkara dipastikan akan terus melekat hingga akhir hayat.

"Usia tua, pangkat boleh purnawirawan, tapi pengabdian kepada nusa dan bangsa tidak boleh berhenti. Kami, sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara. Sekali pejuang tetap pejuang," pungkasnya dengan tegas.


Evaluasi Total KSP Menyelaraskan Ritme Organisasi untuk Percepatan Pembangunan Nasional

Sebelumnya

TNI Back Up Kemendikdasmen Geber Renovasi Sekolah Pascabencana di Aceh

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional