post image
Foto: @USForcesJapan
KOMENTAR

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) secara resmi telah melakukan relokasi permanen armada pesawat nirawak pengintai RQ-4B Global Hawk mereka dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam ke Pangkalan Udara Yokota di Jepang. Pengumuman mengenai pemindahan strategis ini disampaikan oleh Wing Angkutan Udara ke-374 pada 15 Juni 2026, yang menandai berakhirnya era operasional armada tersebut di Guam.

Armada pesawat yang dioperasikan oleh Skuadron Pengintaian ke-4 (4th RS), sebuah unit di bawah Wing Pengintaian ke-319, telah menyelesaikan perpindahan tersebut antara tanggal 25 hingga 27 Mei 2026. Meskipun sebelumnya unit ini rutin melakukan penempatan musim panas ke Yokota untuk menghindari cuaca buruk selama musim topan di Guam, keputusan kali ini dibuat untuk mengubah status tersebut menjadi permanen.

Langkah ini bertujuan untuk memberikan dukungan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) yang lebih konsisten dan persisten bagi pasukan Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan Indo-Pasifik. Pangkalan Udara Yokota dipilih karena dianggap lebih strategis dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem sekaligus menyediakan fasilitas yang memadai bagi kru pesawat dan keluarga mereka.

Keputusan relokasi ini juga tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan strategis di kawasan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas militer Tiongkok. Dengan memposisikan Global Hawk lebih dekat ke wilayah Jepang, pihak AS menegaskan komitmennya untuk memastikan pengawasan yang terus-menerus di wilayah yang menjadi titik fokus persaingan kekuatan besar saat ini.

Komandan Skuadron Pengintaian ke-4, Letkol Adam Otten, menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas di Guam yang telah menjadi tuan rumah bagi armada tersebut selama enam belas tahun terakhir. Ia menambahkan bahwa Pangkalan Udara Yokota adalah lokasi yang tepat untuk mendukung operasi Global Hawk saat ini dan di masa depan, sekaligus menjaga kualitas hidup para penerbang dan keluarganya.

Secara teknis, RQ-4B Global Hawk merupakan sistem pengintaian udara nirawak kelas High-Altitude, Long-Endurance (HALE) yang mampu beroperasi di ketinggian 60.000 kaki selama minimal 24 jam. Pesawat ini dilengkapi dengan sensor canggih, termasuk Synthetic Aperture Radar (SAR) dan Ground-Moving Target Indicator (GMTI), yang memungkinkannya memberikan gambaran resolusi tinggi dalam segala kondisi cuaca.

Pengendalian armada ini dilakukan melalui sistem Beyond Line of Sight (BLOS) berbasis satelit yang dioperasikan oleh Grup Operasi ke-319 yang bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Grand Forks, Dakota Utara. Meskipun kontrol misi berada di Amerika Serikat, peluncuran dan pemulihan pesawat tetap dilakukan oleh personel yang ditempatkan di pangkalan operasional di Jepang.

Kehadiran pesawat pengintai di kawasan ini juga diperkuat dengan keberadaan aset serupa milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF). Sebelumnya, Jepang telah mengakuisisi RQ-4B sendiri, yang menunjukkan sinergi yang semakin kuat antara AS dan Jepang dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik melalui kemampuan intelijen bersama.

Di sisi lain, langkah relokasi ini bertepatan dengan dinamika geopolitik baru, di mana Departemen Perang AS mengumumkan pengembalian nomenklatur Komando Indo-Pasifik (INDOPACOM) kembali ke sebutan aslinya, yaitu Komando Pasifik (PACOM). Perubahan ini dipandang oleh berbagai kalangan sebagai penyesuaian strategis di tengah perkembangan konflik yang terjadi di Asia Barat.

Meski demikian, pihak komando menegaskan bahwa wilayah tanggung jawab mereka tetap tidak berubah, membentang dari perairan lepas pantai barat Amerika Serikat hingga perbatasan barat India. Fokus utama komando tetap pada misi menjaga kebebasan dan keterbukaan di kawasan Pasifik bersama dengan sekutu dan mitra regional, dengan dukungan penuh dari aset-aset intelijen yang kini berpangkalan secara permanen di Yokota.


Armada A-10 Warthog Terakhir dari Korea Selatan Dipensiunkan

Sebelumnya

Diduga Bagian dari “Armada Bayangan”, Inggris Tangkap Tanker Rusia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer