post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Qatar Airways secara mengejutkan memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional pesawat superjumbo Airbus A380 miliknya ke Australia. Langkah ini menandai berakhirnya era pesawat berbadan lebar dua tingkat (double-decker) milik maskapai asal Qatar tersebut di langit Australia, dengan Sydney menjadi destinasi terakhir yang resmi ditinggalkan.

Keputusan ini diambil di tengah upaya Qatar Airways menata kembali jaringan internasional jarak jauhnya dari Bandara Internasional Hamad Doha (DOH) pasca-meredanya krisis geopolitik di Timur Tengah awal tahun ini. Krisis tersebut sebelumnya sempat memaksa maskapai nasional Qatar ini untuk mengandangkan sementara seluruh armada Airbus A380 mereka.

Bandara Kingsford Smith Sydney (SYD) di New South Wales menjadi gerbang terakhir di Australia yang terdampak oleh kebijakan penarikan ini. Pesawat raksasa tersebut terakhir kali mengudara ke Sydney pada Maret lalu dan awalnya dijadwalkan untuk kembali melayani rute tersebut pada 16 September 2026, namun rencana comeback tersebut kini resmi dibatalkan.

Berdasarkan data penjadwalan dari perusahaan analitik penerbangan Cirium, Qatar Airways sebenarnya telah mengoperasikan A380 sebanyak 81 kali ke Sydney di awal tahun ini dengan frekuensi harian hingga 22 Maret. Namun, setelah jeda operasional akibat situasi regional, posisi armada superjumbo tersebut kini dipastikan akan digantikan oleh armada Boeing 777-300ER.

Pergantian jenis pesawat ini membawa dampak yang cukup signifikan bagi lanskap penerbangan komersial di rute tersebut, karena kapasitas kursi penumpang otomatis terpangkas. Selain itu, Boeing 777-300ER berkapasitas 354 kursi yang dikerahkan tidak memiliki fasilitas kabin First Class, yang berarti Qatar Airways menghapus total penawaran kelas utama mereka untuk rute Doha-Sydney.

Langkah ini mengindikasikan bahwa meski ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, pihak maskapai masih mengantisipasi adanya keengganan dari para pelancong internasional untuk kembali bepergian. Kendati demikian, dalam pernyataan resminya pekan lalu, Qatar Airways menegaskan tetap berkomitmen untuk terus memulihkan jaringan globalnya dan memperluas jangkauan operasional hingga ke lebih dari 160 destinasi.

Mundur ke belakang, Sydney merupakan destinasi pertama sekaligus terpopuler bagi armada A380 Qatar Airways di Australia sejak penerbangan perdana dimulai pada tahun 2016. Di antara tahun 2016 hingga 2026, maskapai ini telah mencatatkan total 2.685 rotasi penerbangan dari Doha ke Sydney, dengan tahun 2021 menjadi satu-satunya periode tanpa penerbangan akibat dampak pandemi global.

Selain Sydney, Bandara Melbourne (MEL) di negara bagian Victoria juga pernah masuk dalam daftar jangkauan armada A380 Qatar Airways sejak tahun 2017. Rute superjumbo ke Melbourne sempat beroperasi harian pada tahun 2018 dan 2019, sebelum akhirnya menyusut drastis menjadi hanya 89 rotasi pada tahun 2020 akibat krisis kesehatan global dan tidak pernah kembali lagi sejak saat itu, meninggalkan catatan sejarah sebanyak 1.004 keberangkatan.

Kota ketiga di Australia yang sempat dilayani oleh pesawat raksasa ini adalah Bandara Perth (PER) di Australia Barat, yang mencatatkan total 1.543 rotasi penerbangan antara tahun 2018 hingga 2025. Frekuensi penerbangan A380 ke Perth sempat mencapai puncaknya secara harian pasca-pandemi pada tahun 2023 dan 2024, sebelum akhirnya Qatar Airways sepenuhnya beralih menggunakan armada Airbus A350 dan Boeing 777 untuk melayani Perth dan Melbourne.

Meskipun Qatar Airways resmi menarik jet raksasanya, Bandara Sydney dipastikan tidak akan sepi dari kehadiran armada Airbus A380 dari maskapai lain. Saat ini, raksasa dirgantara tersebut masih aktif melayani enam destinasi dari Sydney melalui tiga maskapai berbeda, termasuk Emirates yang terbang dua kali sehari ke Dubai (dengan satu penerbangan lanjutan ke Christchurch), Singapore Airlines ke Changi, serta maskapai tuan rumah Qantas yang mengoperasikan A380 menuju Singapura, Dallas/Fort Worth, Los Angeles, dan Johannesburg.


Intelijen AS Geger: Sebelum Ditembak Jatuh Pilot F-15 Saksikan Formasi Drone Iran Mirip “Ubur-Ubur”

Sebelumnya

Biaya “Air Force One” Baru Membengkak, Lampaui PDB Sejumlah Negara Pasifik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews