post image
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun./Xinhua
KOMENTAR

Presiden Prabowo Subianto menjanjikan iklim investasi yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok saat menerima kunjungan diplomat tinggi Beijing di Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat malam, Jumat, 21 Oktober 2026, dalam rangka mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menjamu Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun. Kedua menteri asal Tiongkok tersebut tampak mengenakan pakaian tradisional batik Indonesia saat berdialog mengenai penguatan kerja sama.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh keberadaan para pelaku usaha asal Beijing. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia senantiasa menyambut baik ekspansi investasi dari negara mitra tersebut.

Lin Jian menyampaikan bahwa Indonesia siap terus menyediakan lingkungan bisnis yang sehat bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok. Selain itu, pemerintah Indonesia juga menegaskan sikap penolakannya terhadap segala bentuk hasutan, provokasi, maupun pemberitaan berlebihan yang bermaksud buruk.

Pihak Beijing tidak merinci secara detail maksud dari indikasi niat jahat yang mengintai bisnis Tiongkok tersebut. Namun, Menlu Wang Yi menegaskan keterbukaan Tiongkok untuk membantu mempercepat proses industrialisasi di Indonesia, sejalan dengan target hilirisasi komoditas nasional.

Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung beberapa bulan pasca-beredarnya surat terbuka dari pengusaha Tiongkok kepada Presiden Prabowo. Surat lima halaman tersebut menyoroti kekhawatiran mereka terhadap perubahan kebijakan yang mendadak di sektor nikel serta isu pemerasan.

Merespons keluhan tersebut, pihak Beijing mengklaim bahwa jalur komunikasi kedua negara tetap terbuka secara transparan. Tiongkok juga menepis anggapan bahwa kritik-kritik Prabowo mengenai investor asing yang serakah ditujukan secara spesifik kepada negaranya.

Selain bertemu Presiden Prabowo, Menlu Wang Yi juga menyempatkan diri bertemu dengan Penasihat Ekonomi Senior Presiden, Luhut Binsar Pandjaitan. Pertemuan antartokoh tersebut membahas arah kerja sama strategis jangka panjang bagi pembangunan ekonomi kedua belah pihak.

Melalui akun media sosialnya, Luhut menyebutkan bahwa Indonesia dan Tiongkok berencana menyusun peta jalan jangka panjang yang mencakup proyek kereta cepat serta pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara. Seperti diketahui, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung sebelumnya didanai pinjaman Tiongkok dan kini tengah dipertimbangkan untuk diperpanjang hingga Surabaya.

Berdasarkan data pemerintah Indonesia, investasi dari Tiongkok daratan menembus angka 3,9 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun 2026, menempati urutan ketiga setelah Hong Kong sebesar 7,6 miliar dolar AS dan Singapura di posisi teratas dengan 8,8 miliar dolar AS.


Tidak Ada Pembicaraan J-10, Indonesia-Tiongkok akan Bangun Pabrik Amunisi

Sebelumnya

Prabowo Bertemu Menlu dan Menhan Tiongkok, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia