post image
Menteri BUMN Erick Thohir memeriksa miniatur pesawat Garuda Indonesia.
KOMENTAR

Salah satu hal yang ikut mendorong harga tiket pesawat Garuda Indonesia menjadi tinggi adalah jumlah armada yang berkurang pasca pandemi.

Jumlah pesawat yang dimiliki Garuda Indonesia saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan ketika maskapai pelat merah yang sedang menantikan kucuran dana sebesar Rp 7,5 triliun dari APBN itu sedang berada di puncak kejayaan beberapa tahun lalu.

Kini, Garuda Indonesia hanya memiliki 36 pesawat. Sementara ketika jaya, memiliki 170 pesawat. Adapun anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink saat ini mengoperasikan 38 pesawat terbang.

Problematika harga tiket dan jumlah pesawat Gauda Indonesia ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu (24/8).

Erick menjelaskan, jumlah pesawat Garuda berkurang drastis karena di masa pandemi ketika kebanyakan pesawat tidak dapat beroperasi, pihak lessor tetap menagih biaya sewa pesawat.

Sementara di saat yang bersamaan, Garuda Indonesia juga tengah menghadapi melakukan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) untuk merestrukturisasi perusahaan.

Setelah lolos PKPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bulan Juli yang lalu, Garuda Indonesia melanjutkan pembenahan untuk dapat menambah kembali jumlah pesawat yang dioperasikan.

Setelah Penanaman Modal Negara dikucurkan pada bulan Oktober nanti, dia yakin Garuda akan menambah jumlah pesawat menjadi 61 unit, dan Citilink akan menjadi 58 unit.

Erick berrharap, penambahan jumlah pesawat itu dapat menekan kenaikan harga tiket pesawat.


Lion Air dan Wings Air Dinobatkan Jadi Maskapai Terburuk di Dunia

Sebelumnya

KPK akan Dilibatkan untuk Urai Benang Kusut Riau Air

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews