Majelis Ahli akan berkumpul pada Minggu, 1 Maret 2026, dan memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran untuk menggantikan Ali Khamenei yang gugur dalam serangan AS-Israel sehari sebelumnya.
“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” ujar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.
“Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” katanya menambahkan.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan pre-emptive strike ke Teheran, Isfahan dan beberapa kota lain di Iran. Serangan ini dilakukan di tengah negosiasi yang berlangsung di Swiss.
Setelah serangan yang mendadak itu, Iran melancarkan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Israel dan Amerika Serikat lebih dahulu melaporkan kematian Ali Khamenei. Namun laporan ini sempat dibantah pemerintah Iran.
Empat tokoh yang disebut berpeluang menggantikan Ali Khamenei adalah:
1. Alireza Arafi
Dia adalah ulama 67 tahun dan berpengalaman. Arafi merupakan rekan dekat Khamenei, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli. Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Wali yang berpengaruh, badan yang bertanggung jawab untuk menyeleksi kandidat dalam pemilu dan meninjau undang-undang yang disahkan oleh Parlemen.
Dia juga memimpin sistem seminari Iran. Meskipun memiliki reputasi keagamaan yang kuat, dia tidak secara luas dianggap sebagai kekuatan politik utama dan tidak dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan lembaga keamanan.
2. Mohammad Mehdi Mirbagheri
Dia adalah seorang ulama garis keras berusia 60-an. Dia anggota Majelis Pakar, mewakili faksi paling konservatif dalam kalangan ulama. Menurut IranWire, dia sangat menentang Barat dan berpendapat bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tidak dapat dihindari. Saat ini dia memimpin Akademi Ilmu Pengetahuan Islam di kota suci Qom di Iran utara.
3. Hassan Khomeini
Dia adalah cucu dari pendiri Republik Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini. Tokoh berusian 50-an ini memiliki kedudukan religius dan kredibilitas revolusioner. Dia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini, tetapi belum pernah memegang jabatan publik dan tampaknya memiliki pengaruh yang terbatas di internal keamanan atau elite penguasa. Dibandingkan dengan banyak rekan sejawatnya, dia dianggap kurang garis keras. Dia juga pernah disebut Khamenei sebagai salah satu calon penerusnya.
4. Hashem Hosseini Bushehri
Dia adalah seorang ulama senior berusia 60-an. Dia memiliki koneksi dekat ke lembaga-lembaga kunci yang terlibat dalam proses suksesi, khususnya Majelis Pakar, di mana dia menjabat sebagai wakil ketua pertama. Dia dekat dengan Khamenei, mempertahankan sosok low-profile dan tidak diketahui memiliki hubungan yang kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Nama Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei, juga disebut memiliki peluang tipis untuk jadi penerus ayahnya. Namun Khamenei dilaporkan pernah mengatakan kepada para pengikutnya bahwa dia tidak ingin jabatan ini diwariskan secara turun-temurun.


KOMENTAR ANDA