post image
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia.
KOMENTAR

Untuk menyambut kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi, hadiah dari Italia, TNI akan mengirimkan 100 prajurit ke Italia untuk mengikuti pelatihan khusus.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa ini menjadi bagian dari proses pembinaan awak sebelum kapal resmi beroperasi di bawah komando TNI Angkatan Laut.

“Pada tahap awal, sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia,” kata Rico, dikutip dari Kompas, Jumat, 27 Februari 2026. 

Kapal induk Giuseppe Garibaldi ini diperkirakan bakal tiba di Tanah Air sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81, yakni Oktober 2026.

Setelah diserahkan kepada Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal perang Republik Indonesia. 

“Dengan demikian, selain dapat mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), kapal tersebut juga disiapkan untuk mendukung Operasi Militer untuk Perang (OMP) sesuai dengan kebutuhan tugas TNI,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI pada 5 Oktober 2026.

“Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” kata Ali di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. 

Ia menjelaskan, hingga kini Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang memproduksi kapal induk ini.

Proses negosiasi ini juga melibatkan Angkatan Laut Italia yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut. Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Giuseppe Garibaldi merupakan Kapal Induk hibah atau gratis dari Pemerintah Italia.

Namun demikian, lanjut Rico, alokasi anggaran tetap dibutuhkan untuk proses retrofit atau penyesuaian. Rico menjelaskan, penyesuaian akan dilakukan setelah administrasi hibah rampung sesuai ketentuan. Penyesuaian tersebut mencakup sistem kapal, standar keselamatan, hingga kebutuhan operasional TNI AL.

“Pemerintah Indonesia tetap perlu menyiapkan anggaran untuk kebutuhan retrofit, penyesuaian sistem, sertifikasi keselamatan, serta kesiapan operasional agar kapal dapat digunakan sesuai kebutuhan TNI AL,” jelas Rico. 

Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama-sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.


Kekhawatiran AS dan Produksi Pesawat Eropa di Kanada

Sebelumnya

Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Dubes Palestina

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer