post image
Dubes RI untuk RRC Djauhari Oratmangun ketika menghadiri seremoni buka pintu kargo RUS di hanggar Boeing Shanghai Aviation Service di dekat Bandara Pudong, Shanghai, Minggu (9/7).
KOMENTAR

ZT.  Pesawat Boeing 737-800BCF yang akan digunakan sebagai pesawat kargo berjadwal pertama milik anak bangsa, Raindo United Services (RUS), ditakdiskan Duta Besar RI untuk RRC Djauhari Oratmangun hari Minggu (9/7).

Dalam seremoni pembukaan pintu kargo yang dilakukan di hanggar Boeing Shanghai Aviation Service di dekat Bandara Pudong, Shanghai, juga hadir Konsul Jendral RI, Deny W. Kurnia dan pendiri sekaligus komisaris PT Rusky Aero Indonesia Benny Rustanto.
 
Kegiatan ini juga menandakan akan dimulainya operasi startup kargo udara berjadwal yang akan melayani perpindahan barang melalui udara tidak hanya untuk seluruh wilayah Indonesia, tapi juga kawasan Asia dan Pasifik Barat.
 
Rencananya pesawat Boeing 737-800BCF yang ditakdiskan ini akan menggunakan Nomor registrasi PK-RUS, dan diresmikan penggunaannya pada awal bulan Agustus 2023 sebagai perusahaan penerbangan resmi nasional berjadwal pertama nasional dan regional.
 
Menurut Dubes Djauhari, penerbangan kargo RUS ini merupakan kerja anak bangsa yang akan ikut membantu pemindahan barang-barang produk nasional, khususnya usaha kecil dan menengah, ke seluruh wilayah nasional dan regional Asia dan tentunya Tiongkok.
 
Menurut Benny Rustanto, sebagai sebuah perusahaan penerbangan komersial kargo berjadwal, tidak hanya ikut berkontribusi dalam mendorong ekspor produk-produk UMKM ke mancanegara, tapi juga mendorong perolehan devisa negara.
 
Menurut survei Pricewaterhouse Copper (PwC) yang dilakukan pada tahun 2021, pasar global untuk pengiriman pada hari yang sama diperkirakan mencapai 5,78 miliar dollar AS pada tahun 2019, dan akan mencapai 20,36 miliar dollar AS pada tahun 2027.

Karena itu menurut Benny, bisnis kargo udara yang menjanjikan ini, tidak hanya mendorong aktivitas ekspor-impor pengusaha kecil dan menengah di Indonesia, tapi sekaligus ikut mewujudkan terciptanya infrastruktur “tol udara” untuk Indonesia yang terbentang sangat luas yang terbagi dalam tiga zona waktu.
 
Memanfaatan kemajuan teknologi komuniskasi informasi, RUS menjanjikan solusi jasa penerbangan barang kargo secara end-to-end untuk melayani tidak hanya rute-rute first miles, tapi juga jarak menengah dan akhir (end of miles). Melalui aplikasi yang memudahkan untuk bisa dikases melalui ponsel, para pengguna jasa penerbangan kargo Raindo bisa memonitor dan menerima laporan pergerakan barang kargo secara realtime, sekaligus solusi pemesanan dan penjualan logistik pada saat itu juga.

Salah satu keunikan jasa penerbangan kargo berjadwal, Raindo juga menyediakan unit perangkat muatan kargo yang disebut sebagai Unit Load Device (ULD) yang dirancang khusus menggunakan oksigen dan refrigerator pendingin. Penyediaan ULD jenis ini memungkinkan para pengguna jasa kargo berjadwal ini untuk mengirim buah-buahan dan sayuran segar, maupun ikan Hidup serta daging segar yang dijaga suhu temperatur pengirimannya.
 
Tentunya, cara pengiriman kargo seperti ini memberikan nilai tambah bagi para pengusaha kecil dan menengah untuk menjual produk-produknya ke pasar domestik apalagi luar negeri karena produk-produk akan tetap terjaga kualitasnya ke konsumennya di mana pun.
 
Karena itu Dubes Djauhari menyambut dengan antusias Usaha Raindo ini. KBRI Beijing, KJRl Shanghai dan KJRI Guangzhou tentunya akan memberikan dukungan penuh bagi kepentingan Nasional Indonesia khususnya dalam mendorong peningkatan ekspor ke China.


Pesawat MC-21 Buatan Rusia Semakin Diperhitungkan

Sebelumnya

Turkish Airlines Juga Alami Turbulensi Parah, Seorang Pramugari Terluka

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews