post image
KOMENTAR

Di tanah yang disebut suci, bahasa paling fasih yang diucapkan adalah hasrat saling menghancurkan. Di sana pertempuran berdarah adalah mata uang yang tak pernah turun nilai tukarnya.

Mungkin kita perlu berhenti bertanya siapa yang menang, dan mulai bertanya: apa arti kemenangan dalam perang yang tak menghasilkan perdamaian?

Jika setiap generasi hanya mewariskan dendam, trauma, dan tembok-tembok baru, maka yang sedang dibangun bukan masa depan, tapi kuburan bersama.

Artikel ini dikutip dari laman Facebook penulis.


Ketegangan Dagang Meningkat, Trump Mau Ubah Nama Danau Ontario Menjadi Danau Amerika

Sebelumnya

Menteri Hukum Singapura: Bencana Tidak Kenal Batas Wilayah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia