post image
Foto: Disway
KOMENTAR

Sebelum sampai kawasan pusat pemerintahan masih harus melewati kawasan terbuka. Taman. Lapangan golf.

Setelah itu barulah memasuki kawasan perumahan pegawai negeri. Lalu kawasan kementerian.

Semua bangunan tinggi perumahan pegawai sudah jadi. Pun gedung-gedung kementerian. Sudah berfungsi. Semua menteri dan pegawai negeri sudah berkantor di ibu kota baru.

Kawasan perumahan pegawai berbentuk gedung-gedung 12 lantai. Satu blok perumahan saja terdiri dari 100 tower. Total sekitar 500 tower. Semuanya sudah jadi. Sebagian sudah dihuni.

--

Sayang hari itu hari libur. Kelihatan sepi. Di hari kerja, kata sahabat Disway di sana, sudah sangat ramainya. Hanya saja parkir mobil para pegawai masih merusak tatanan. Semua mobil pilih parkir di pinggir jalan. Memang jalan-jalannya lebar tapi deretan mobil yang parkir itu merusak kerapian ibu kota baru.

Padahal desain awalnya: semua mobil masuk ke sentral parkir. Dari sana ada kendaraan shuttle yang keliling ke gedung-gedung kementerian.

Konsep itu yang tidak jalan. Atau belum dijalankan. Padahal sentral parkirnya sudah jadi. Kendaraan shuttle-nya juga sudah beroperasi.

Presiden Prabowo sudah dua kali berkunjung ke ibu kota baru Kairo. Acara kepresidenanwaktu itu memang sudah di situ. Total, selama menjabat presiden, Prabowo sudah tiga kali ke Mesir. Tentu Prabowo melihat perkembangan Mesir. Terutama perkembangan ekonominya yang sangat bagus.

--

Setelah melihat Mesir masa kini saya berkesimpulan: Indonesia kini punya sparing partneruntuk maju: Mesir. Tidak usah Tiongkok. Cukup Mesir. Siapa yang akan lebih maju lima tahun ke depan.


Mati Kekenyangan

Sebelumnya

Tiga Huruf

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Disway