post image
Rudal Fattah-2 yang digunakan Iran untuk menghajar bunker Benjamin Netanyahu.
KOMENTAR

Oleh: Agung Sasongkojati “Sharky”, Alumni US ACSC & US Air War College, Mantan Pilot Tiger & Viper

1. Adu Strategi dan Gengsi Pemimpin

Konflik saat ini memasuki fase di mana pernyataan politik sangat bertolak belakang dengan realitas di lapangan:

  • Donald Trump (AS): Mengklaim kemenangan 80% dan menuntut "Menyerah Tanpa Syarat." Ia berupaya melakukan cipta kondisi agar pasar saham tenang dan harga minyak turun dengan janji perang segera usai.
  • Ayatollah Mojtaba Khamenei (Iran): Pasca suksesi (8 Maret), ia memerintahkan mobilisasi total dan menegaskan tidak akan menyerah pada "Hegemon," mengubah gertakan Trump menjadi perang eksistensial bagi rakyat Iran.
  • Benjamin Netanyahu (Israel): Tetap pada tujuan dekapitasi rezim dan penghancuran total program nuklir Iran.

2. Analisis Lensa Offensive Realism & Gramscian

Laporan ini menyoroti kegagalan kalkulasi koalisi melalui dua sudut pandang:

  • Offensive Realism: Menuntut menyerah tanpa syarat pada negara yang merasa terancam eksistensinya adalah kesalahan. Iran merespons dengan Power Maximization destruktif— menyerang pangkalan AS di Teluk dan menyandera ekonomi dunia (Selat Hormuz) untuk menaikkan biaya perang koalisi.
  • Gramscian (War of Position): Secara fisik koalisi unggul (War of Maneuver), namun Iran memenangkan narasi kontra-hegemoni War of Position. Penunjukan Mojtaba Khamenei menyatukan identitas rakyat Iran. Selama rudal Iran tetap meluncur (Gelombang ke-31), mitos AS sebagai pelindung mutlak di Teluk runtuh di mata negara-negara Arab.

3. Data Teknis Alutsista (The Arsenal)

Koalisi AS-Israel:
Bomber: B-2 Spirit (Whiteman AFB), B-52 Stratofortress dan B-21 Raider.
Fighters: F-35A/C, F-22A Raptor (Pangkalan Ovda), F-15EX, F-15I Ra’am, F-16i Sifa dan A-10C Thunderbolt.
Unmanned: LUCAS (Debut drone serang baru AS tiruannya Shahed-136).
Naval: Tomahawk (TLAM) dari USS Spruance dan USS Delbert D. Black.

Iran:
Rudal Ballistic: Emad, Ghadr, Kheibar, serta rudal hipersonik Fattah-1 & Fattah-2.
Drones: Shahed-136, Shahed-238 (Jet), dan Ababil-3.
Air Power: Sisa unit F-14 Tomcat dan Su-24 Fencer.

4. Kronologi Log Tempur Detil: 28 Februari – 10 Maret 2026

A. Fase Pembukaan (28 Februari - 2 Maret)

H-Day (28 Feb): Operasi Dekapitasi. Ayatollah Ali Khamenei gugur kediamannya dihantam GBU-39 dari F-35A Israel. AS menghancurkan IADS S-400 Iran, namun terjadi tragedi di Minab (160 anak perempuan tewas akibat Tomahawk). Iran membalas dengan 35 rudal ke Nevatim (Israel) dan Al-Udeid (Qatar), melukai 8 personel AS.

H+1 (1 Maret): Perang atrisi ekonomi dimulai. Iran meluncurkan 500+ drone Shahed untuk menguras interseptor mahal koalisi (PAC-3 & AMRAAM). Radar NSA Bahrain mengalami saturation dan fasilitas BBM Avtur Al-Udeid meledak.

H+2 (2 Maret): Insiden Friendly Fire; 3 unit F-15E AS ditembak jatuh F-18 Kuwait karena kegagalan sistem IFF. Di laut, Iran mengaktifkan ranjau di Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak ke $130/barel.

B. Fase Eskalasi & Airfield Denial (3 - 5 Maret)

H+3 (3 Maret): Perang Elektronik. AS mematikan internet Iran dengan rudal JASSM-ER, namun Iran membalas dengan rudal hipersonik Fattah-1 ke Al-Udeid (intersepsi anjlok ke 65%). Pelabuhan Haifa dan Ashdod lumpuh 48 jam.

H+4 (4 Maret): @Operasi "Nuclear Hammer." "Situs Nuklir Natanz & Fordow dihantam GBU-72 Israel. Iran m atembalas dengan menghantam area logistik Bandara Ben Gurion dan menghancurkan hanggar F-15E di Ali Al-Salem (Kuwait).

H+5 (5 Maret): CAS & Attrition. A-10C AS menghancurkan konvoi IRGC dan Stadion Azadi (gudang drone). Iran membalas dengan "Warning Shot" ke kilang Aramco (Saudi); produksi minyak turun 2 juta barel/hari, harga tembus $140/barel.

C. Fase Maximum Pressure & Succession (6 - 10 Maret)

H+6/7 (6-7 Maret): Ultimatum Trump diabaikan. Israel melepas 1.465 JDAM ke depot BBM Teheran. Iran membalas dengan rudal klaster ke Lanud Hatzerim (Israel), menyebabkan Airfield Denial (pesawat terkunci di hangar karena UXO). Tel Aviv dihantam 19 gelombang rudal; korban sipil Israel berjatuhan.

H+8 (8 Maret): Succession Day. Mojtaba Khamenei resmi memimpin. Israel menyerang kantor VEVAK di Teheran, namun Mojtaba selamat di bunker dalam. Iran membalas dengan rudal Kheibar Shekan ke Nevatim dan Lanud Muwaffaq Salti (Yordania), menghancurkan hanggar mesin jet AS.

H+9 (9 Maret): Perang Minyak. Israel membakar kilang Rey (Teheran). Proksi Houthi menyerang tanker di Laut Merah. Serangan drone ke Al-Dhafra (UAE) menewaskan 8 personel militer AS (Total KIA AS mencapai 17 orang). Harga minyak tembus $150/barel.

H+10 (10 Maret): Fase "Status Attrition." Koalisi menyerang 110 sorti ke Missile Cities Iran. Iran meluncurkan Fattah-2 yang membutakan Radar AN/FPS-132 di Qatar, menciptakan Asymmetric Blindness bagi koalisi.

5.  Selasa 10 Maret 2026: Status Attrition

AS/Israel: 110 Sorti gabungan (F-22 Raptor, F-35A Adir, dan MQ-9 Reaper). untuk menekan peluncuran rudal Iran. Senjata: AGM-88G AARGM-ER (untuk menghantam radar yang aktif tiba-tiba), GBU-31 JDAM, dan GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB). Sasaran:


Mempertanyakan Moral Amerika Serikat dan Sekutu Ketika Sekolah Dasar Putri Iran Menjadi Objek Serangan Militer

Sebelumnya

CENTCOM Akui KC-135 Jatuh, Iran: Terkena Sistem Pertahanan Udara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia