Salah satu aspek paling mencolok dari Airbus A350 saat terbang adalah cara dramatis sayapnya melentur dan melengkung. Terkadang, sayap bahkan tampak terangkat ke udara. Menurut pabrikan, desain ini membantu sayap mengelola daya angkat dan tekanan dengan lebih efektif.
Kelengkungan sayap berasal dari bentuknya yang panjang dan ramping serta material yang digunakan dalam konstruksinya. Airbus menjelaskan bahwa daya angkat di sepanjang bentang sayap secara alami menyebabkan ujung sayap terangkat. Ketika perangkat pengangkat tinggi seperti flap dan slat diaktifkan, sayap melengkung ke atas, meningkatkan tekanan, yang sepenuhnya normal.
Bahan bakar yang disimpan di sayap juga membantu mengurangi kelengkungan, karena sistem manajemen bahan bakar pesawat memindahkan bahan bakar untuk menyeimbangkan pesawat. Penggunaan komposit serat karbon memungkinkan sayap untuk melentur tanpa menjadi lelah, yang tidak dapat dilakukan oleh sayap aluminium.
Pabrikan pesawat menambahkan bahwa fleksibilitas ini menguntungkan penumpang dan pesawat. Dengan mengurangi tekanan pada badan pesawat, sayap membantu pesawat tetap awet dalam jangka waktu lama, memberikan perjalanan yang lebih mulus dalam turbulensi, dan bahkan menyesuaikan bentuk aerodinamis untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan efisiensi.
Jika Anda pernah memperhatikan sayap saat lepas landas atau mendarat, Anda mungkin melihat bagian-bagiannya bergerak. Panel bergeser ke depan, bagian-bagian miring ke bawah, dan permukaan lainnya sedikit terangkat. Banyak penumpang bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi.
Menurut Airbus, gerakan-gerakan ini membantu pesawat mengelola daya angkat dan hambatan selama berbagai tahapan penerbangan. Sederhananya, pesawat membutuhkan daya angkat yang jauh lebih besar saat terbang perlahan selama lepas landas dan mendarat daripada saat terbang di ketinggian, sehingga sayap mengubah bentuknya agar sesuai dengan situasi tersebut.



KOMENTAR ANDA