post image
Ilustrasi AI
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

SAYA tak pernah henti terpesona tatkala menyaksikan fenomena kemampuan laba-laba dan lebah madu membentuk sarang secara geometris. Ternyata alam juga tidak kalah sakti mandraguna berdaya membentuk bentuk-bentuk geometris seperti telah terbukti tampil di kawasan Clochan an Aifir alias The Giant’s Causeway di Timur Laut kota Bushmills, county Antrim, pantai utara Irlandia Utara yang sementara ini masih masuk wilayah kekuasaan kerajaan Inggeris Raya.

Clochan an Aifir adalah sebuah kawasan terdiri dari sekitar 40.000 kolom basalt saling terkait yang terbentuk oleh erupsi vulkanik purbakala yang terjadi pada period Paleogene.

Pada tahun 1986, UNESCO mendeklarasikan Clochan an Aifir sebagai situs World Heritage sekaligus juga sebagai national nature reserve oleh the Department of the Environment for Northern Ireland pada tahun 1987.

 Jajak pendapat yang diselenggarakan Radio Times menobatkan The Giant’s Causeway sebagai Keajaiban Alam terkemuka di United Kingdom.  Para puncak kolom basalt membentuk tangga sampai ke dalam lautan. Mayoritas kolom berbentuk hexagonal seperti liang sarang lebah madu meski sebagian juga memiliki empat, lima , tujuh sampai delapan sisi.  Kolom tertinggi mencapai sampai 12 meter dan ketebalan lava yang bertumpuk pada tebing tertentu mencapai 28 meter.

Dengan bebatuan berbentuk geometris bukan buatan manusia, terasa kemiripan suasana magis dan misterius antara Clochan an Aifir dengan Gunung Padang hanya beda dalam dua hal. Yang satu buatan alam dan yang satu buatan manusia di samping yang satu berada di kawasan pesisir laut sementara yang satu berada di kawasan pegunungan yang bisa saja secara geologis terjadi akibat perubahan permukaan bumi pasca Zaman Es.

Di dalam buku resmi pedoman kunjungan geo-wisata ke The Giant’s Causeway tertulis, “Around 50 to 60 million years ago, during the Paleocene Epoch, Antrim was subject to intense volcanic activity, when highly fluid molten basalt intruded through chalk beds to form an extensive volcanic plateau. As the lava cooled, contraction occurred. Horizontal contraction fractured in a similar way to drying mud, with the cracks propagating down as the mass cooled, leaving pillarlike structures that also fractured horizontally into "biscuits". In many cases, the horizontal fracture resulted in a bottom face that is convex, while the upper face of the lower segment is concave, producing what are called "ball and socket" joints. The size of the columns was primarily determined by the speed at which lava cooled. The extensive fracture network produced the distinctive columns seen today. The basalts were originally part of a great volcanic plateau called the Thulean Plateau that formed during the Paleocene.“            

Demi menghormati peran kunci terhadap vulkanologi sebagai disiplin geosains serta asal-muasal basalt, pada tahun 2022 lembaga The International Union of Geological Sciences resmi memasukkan Clochan an Aifir ke dalam daftar 100 fenomena “geological heritage sites” terpenting di planet bumi masa kini.

Pesona Clochan an Aifir, Irlandia mengingatkan saya kepada Goa Fingal di pulau Saffa, Skotlandia yang menginspirasi Mendelssohn menggubah overtur Hebrides  maupun batu-batu alam geometris di Geopark Belitung, Indonesia yang telah resmi dinobatkan sebagai Global Geoparks pada sidang ke 211 Dewan Eksekutif UNESCO 15 April 2021.


Humor Tragis

Sebelumnya

Etimologi, Toponimi, dan Geografi Amazon

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana