post image
Pon Puradjatnika dan ilustrasi Gunung Padang
KOMENTAR

Kabar duka itu datang dari Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM). Pon Sapriamulya Purajatnika dikabarkan meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhir di Bandung pada hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 23.54 WIB. 

TTRM adalah kelompok peneliti yang terdiri dari sejumlah ahli untuk meneliti situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat pada 2009.

Pon Puradjatnika berperan penting dalam penelitian itu. Dia melakukan tinjauan arsitektur dan kawasan terhadap situs tersebut, dengan fokus pada bentuk, waktu, dan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi arsitektur, bentuk perupaan, serta peran dan fungsi situs Gunung Padang. 

Puradjatnika menggunakan pendekatan fenomenologi arsitektural untuk menganalisis situs Gunung Padang. Dia mengidentifikasi bahwa situs ini memiliki tata ruang yang masih terlihat hingga saat ini, dengan lima teras yang semakin meninggi ke bagian belakang menunjukkan hierarki ruang yang semakin sakral.

Puradjatnika memperkirakan situs Gunung Padang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepercayaan animisme dan sebagai tempat berkumpul para pemuka adat untuk mengadakan musyawarah.

Dia juga memperkirakan struktur keseluruhan situs Gunung Padang merupakan struktur megalitik terbuka yang terbagi menjadi teras-teras berundak yang dibatasi kolom-kolom batu besar.

Konstruksi arsitektur, bentuk perupaan, serta peran dan fungsi situs Gunung Padang, dituangkan Pon dalam sebuah ilustrasi yang kemudian menjadi begitu populer dan dirujuk banyak kalangan dalam dan luar negeri. 

“Kepergiaan Pak Pon adalah kehilangan besar, bagi kami di TTRM dan masyarakat peneliti,” demikian ujar Andi Arief yang merupakan pelopor TTRM saat dia menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana di era Presiden SBY.


Didukung, Prabowo Evaluasi MBG!

Sebelumnya

JK yang Murka dan Kegaduhan Tak Berkesudahan!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional