Pada akhirnya, polemik “39 homeless media” memperlihatkan satu fakta besar yaitu Indonesia sedang mengalami perubahan arsitektur komunikasi politik. Negara tidak lagi cukup hanya memiliki kementerian informasi atau konferensi pers resmi. Kekuasaan kini harus bertarung di medan algoritma.
Dan di papan catur itu, Qodari tampaknya sedang mencoba menjadi grandmaster baru komunikasi politik Indonesia dengan risiko bahwa satu langkah yang salah justru dapat membuat publik melihat seluruh permainan itu sebagai upaya domestikasi ruang digital.




KOMENTAR ANDA