post image
Anggota Kongres AS Tracey Mann dari Kansas melaporkan kejadian yang dialaminya dalam penerbangan American Eagle dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington (DCA) menuju Bandara Internasional Kansas City (MCI), Jumat, 15 Mei 2026. ./RepTraceyMann
KOMENTAR

Penerbangan regional maskapai American Eagle dengan nomor penerbangan AA5318 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kansas City (MCI) setelah asap pekat dilaporkan memenuhi kabin pesawat. Insiden menegangkan ini menarik perhatian publik karena salah satu penumpang di dalamnya adalah seorang anggota Kongres Amerika Serikat yang turut dievakuasi bersama puluhan penumpang lainnya.

Pesawat berjenis Bombardier CRJ900 tersebut mengangkut sebanyak 76 penumpang dalam penerbangan berjadwal dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington (DCA) menuju Kansas City. Beruntung, seluruh penumpang beserta kru pesawat berhasil keluar dengan selamat tanpa mengalami cedera setelah pesawat mendarat dan berhenti di area landasan pacu bandara.

Salah satu penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut adalah Tracey Mann, seorang anggota Kongres AS yang mewakili wilayah Kansas Barat. Melalui akun Facebook pribadinya, Mann membagikan momen-momen mendebarkan tersebut dan menceritakan bagaimana situasi di dalam kabin saat asap mulai terdeteksi hingga proses evakuasi berlangsung.

Berdasarkan data penerbangan, AA5318 lepas landas dari Washington DC pada hari Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 13.45 waktu setempat. Penerbangan yang sedianya memakan waktu sekitar dua setengah jam tersebut awalnya berjalan normal, hingga akhirnya pilot mendeteksi adanya kejanggalan saat pesawat sudah mendekati wilayah udara Kansas.

Menurut laporan dari The Aviation Herald, ketika pesawat sudah mendapatkan izin untuk mendarat dan berada sekitar dua mil (3,2 km) dari landasan pacu, pilot segera menghubungi menara pengawas untuk menyatakan status darurat. Rekaman audio dari Broadcastify menangkap suara pilot yang berkata, "Bluestreak 5318, menyatakan keadaan darurat. Kami akan mendarat."

Akibat deklarasi darurat tersebut, menara pengawas langsung memprioritaskan pesawat CRJ900 ini dan meminta penerbangan lain yang menuju Kansas City untuk berputar-putar di udara (holding) demi memberikan ruang aman bagi pesawat yang bermasalah. Pesawat akhirnya berhasil menyentuh landasan pacu dengan selamat pada pukul 15.21 sore.

Begitu pesawat berhenti di area taxiway, kru kabin langsung mengaktifkan prosedur evakuasi darurat menggunakan seluncuran penyelemat dan jalur sayap pesawat. Anggota Kongres Tracey Mann sempat mengabadikan foto dan video yang memperlihatkan para penumpang berdiri di area apron sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari tim pemadam kebakaran bandara yang bergerak cepat.

"Ada asap di dalam pesawat kami, jadi kami harus segera mendarat dan sekarang sedang menunggu di landasan. Saya sangat mengapresiasi para petugas tanggap darurat, terutama dari tim pemadam kebakaran," tulis Mann dalam unggahan sosial medianya sebagai bentuk terima kasih atas kesigapan petugas di Bandara Kansas City.

Pihak otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), langsung bergerak cepat dengan meluncurkan investigasi mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti munculnya asap tersebut. Keberadaan asap di dalam kabin pesawat yang terkompresi sangat diwaspadai karena berpotensi memicu keracunan asap, disorientasi penumpang, hingga risiko kebakaran yang fatal di udara.

Pesawat Bombardier CRJ900 yang terlibat dalam insiden ini memiliki nomor registrasi N616NN dan dioperasikan oleh PSA Airlines, anak perusahaan dari American Airlines. Pesawat berusia 9,4 tahun ini diketahui memiliki rekam jejak operasional di Eropa bersama CityJet dan Scandinavian Airlines (SAS) sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat dan memperkuat armada regional American Eagle sejak tahun 2022.


Wamen Haji Dahnil Simanjuntak: Kami Ingin Melakukan Perbaikan Radikal Haji Indonesia

Sebelumnya

Trump Sebut AS Bisa Janjikan hingga 750 Pesawat Boeing Baru ke China “Jika Mereka Bekerja dengan Baik”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews