post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebanyak 11 orang penumpang dan kru pesawat Beechcraft 300 King Air berhasil diselamatkan oleh Angkatan Udara dan Penjaga Pantai Amerika Serikat setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh di Samudra Atlantik. Insiden dramatis ini terjadi saat pesawat tersebut sedang melakukan penerbangan domestik singkat di wilayah Bahama. Meskipun pesawat berakhir di perairan lepas pantai Florida, seluruh orang yang berada di dalamnya dilaporkan selamat tanpa adanya korban jiwa.

Kecelakaan ini terjadi pada hari Selasa sekitar pukul 12:05 siang waktu setempat. Pesawat pribadi dengan registrasi Panama HP-1859 tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Marsh Harbour Leonard M. Thompson menuju Bandara Internasional Freeport Grand Bahama. Rute ini sebenarnya tergolong sangat pendek, dengan jarak tempuh hanya sekitar 161 kilometer atau 100 mil.

Upaya penyelamatan dimulai segera setelah pilot menyatakan keadaan darurat dan kontak dengan pengatur lalu lintas udara terputus di antara Marsh Harbour dan Freeport. Kebetulan, sejumlah kru cadangan Angkatan Udara AS (US Air Force) sedang melakukan latihan di area tersebut dan langsung dikerahkan untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat. Pencarian dipermudah berkat sinyal dari pemancar lokasi darurat (ELT) pesawat yang tetap aktif setelah benturan terjadi.

Setelah berhasil melakukan pendaratan darurat di air (ditching), ke-11 orang tersebut segera berpindah ke rakit penyelamat darurat. Mereka harus menghabiskan waktu sekitar lima jam terombang-ambing di tengah laut dalam kondisi penuh ketidakpastian. Selama masa penantian yang menegangkan tersebut, para penyintas sama sekali tidak memiliki sarana komunikasi dengan dunia luar untuk meminta bantuan secara langsung.

Menariknya, para penumpang baru menyadari bahwa mereka sedang dicari setelah pesawat militer muncul tepat di atas mereka. Sebelum melakukan proses ekstraksi, kru militer terlebih dahulu menjatuhkan perbekalan darurat berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan bertahan hidup lainnya. Langkah ini sangat krusial mengingat kondisi fisik para penyintas yang mulai melemah setelah berjam-jam terpapar cuaca laut.

Operasi penyelamatan ini melibatkan kerja sama yang erat antara Angkatan Udara AS dan Penjaga Pantai (US Coast Guard). Selain menghadapi kondisi laut yang menantang, tim penyelamat juga harus memperhitungkan batasan bahan bakar pesawat mereka selama operasi berlangsung. Dari total 11 orang yang dievakuasi, tiga di antaranya dilaporkan mengalami cedera ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis setelah dibawa ke pangkalan militer.

Terkait investigasi kecelakaan, Otoritas Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIA) Bahama menyatakan bahwa karena lokasi kejadian berada di luar wilayah perairan mereka, mereka tidak akan membuka penyelidikan resmi secara mandiri. Namun, AAIA menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung otoritas Amerika Serikat dan Panama jika diperlukan dalam mengungkap penyebab teknis di balik jatuhnya pesawat bermesin turboprop tersebut.


China Sepakati Pembelian 200 Pesawat Boeing dalam Kunjungan Presiden Trump

Sebelumnya

Penyegaran Manajemen, Kocok Ulang di Garuda Indonesia Hasilkan Formasi Baru

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews