Itulah sebabnya di museum yang diberi nama Gubuk Wayang ini penuh dengan boneka Si Unyil. Lengkap sekali. Sampai dapat belasan rekor MURI yang dipajang di salah satu lemari kaca di sana.
Pemilik Gubuk Wayang ini pandai membuat daya tarik. Ibarat wartawan ia pandai membuat "lead" --alinea pembuka sebuah tulisan. Di bagian paling depan museum dipajang etalase yang diselimuti kain hitam. Misterius.
"Benda apa yang diselimuti ini" tanya saya.
"Setan," jawab Dea.
"Kenapa diselimuti?"
"Agar anak-anak tidak takut," jawabnyi.
"Di rombongan kami tidak ada anak-anak".
"Baik," jawab Dea sambil membuka kain hitam itu.
Benar. Isinya wayang setan. Satu pasang. Setan laki-laki dan setan perempuan. Setan laki-lakinya seperti postur Jawa. Pakaian hitam. Setan perempuannya berpostur wanita Tionghoa. Berpakaian merah.




KOMENTAR ANDA