Perusahaan pertahanan asal Israel, Israel Aerospace Industries (IAI), secara resmi memperkenalkan pesawat misi khusus generasi terbaru yang dinamai Ellyon. Platform ini dirancang untuk menggabungkan kemampuan Perang Elektronik (Electronic Warfare/EW) dan Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR) dalam satu pesawat terpadu.
Pengumuman yang dirilis pada akhir Juli 2026 ini memperlihatkan pesawat berbasis jet bisnis modifikasi Bombardier Global 6500. Pemilihan platform ini dinilai sangat ideal karena menawarkan daya jelajah yang jauh serta fleksibilitas tinggi untuk mengangkut sensor-sensor mutakhir.
Secara visual, pesawat Ellyon memiliki karakteristik fisik yang menonjol, seperti bagian hidung cembung yang besar (bulbous nose) dan tonjolan fairing di sepanjang sisi badan pesawat (fuselage). Pesawat ini juga dilengkapi bilah antena di bagian atas dan bawah badan pesawat untuk komunikasi radio terenkripsi serta fungsi Communications Intelligence (COMINT).
Salah satu fitur paling unik dari Ellyon adalah rumah sensor di bagian bawah pesawat (ventral fairing) dengan bentuk bersudut tajam (faceted-nose). Komponen ini dilengkapi saluran masuk udara dua bagian (two-part air inlet) untuk mendinginkan sistem elektronik serta kamera optik tetap untuk pemantauan target.
Dalam hal peperangan elektronik, Ellyon dibekali AESA wideband standoff jammer buatan Elta yang menggunakan teknologi multibeam. Fitur ini memungkinkan pesawat memancarkan gelombang gangguan secara independen ke beberapa target radar di udara maupun di darat secara bersamaan.
Selain itu, sistem radar AESA multi-mode pada pesawat ini dapat beroperasi dalam mode serangan udara-ke-darat (SAR dan GMTI), udara-ke-laut, hingga udara-ke-udara. Kemampuan mode udara-ke-udara ini membuat Ellyon dapat berfungsi ganda sebagai pesawat peringatan dini (Airborne Early Warning/AEW).
Untuk mengolah tumpukan data dari berbagai sensor canggih tersebut, IAI menanamkan Sistem Manajemen Misi berteknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning. Teknologi cerdas ini memproses informasi secara cepat sekaligus mengurangi beban kerja para kru di dalam kabin.
Pesawat ini juga dirancang untuk mendukung konsep Manned-Unmanned Teaming (MUM-T), yang memungkinkannya beroperasi dan berkolaborasi secara langsung dengan pesawat nirawak (UAV) di wilayah pertempuran. Data yang diperoleh kemudian dikirimkan ke unit kawan melalui data link dan komunikasi satelit Beyond Line-of-Sight (BLOS).
Hadirnya Ellyon semakin memperkuat rekam jejak IAI dalam mengembangkan pesawat misi khusus, melengkapi armada seperti G550 'Eitam', 'Shavit', dan 'Oron' yang saat ini dioperasikan oleh Skadron 122 'Nachshon' Angkatan Udara Israel.
Meski fitur dan spesifikasinya telah dipaparkan secara luas, pihak IAI belum merincikan pasar utama atau calon negara pembeli yang menjadi target pemasaran untuk platform sistem udara terpadu ini.



KOMENTAR ANDA