post image
Dari kiri ke kanan: Kim Jong Un, Prabowo Subianto, Lee Jaemyung
KOMENTAR

Dalam pertemuan akhir Maret lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jaemyung meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka kembali dan menjembatani pembicaraan antara negara itu dengan negara tetangganya Korea Utara yang lama terhenti.

Kunjungan saya terakhir di Seoul, Korea Selatan, presiden (Lee Jae Myung) minta kepada saya, ‘Bisa enggak saya (Prabowo) berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?,”” kata Prabowo di hadapan ratusan pengurus Kadin Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Menanggapi permintaan Presiden Korsel, Prabowo mengaku siap apabila dipercaya menjalankan misi tersebut.

“Saya bilang, ‘Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,’” ujarnya.

Prabowo menilai Korsel percaya kepada Indonesia. Kepercayaan itu muncul karena Indonesia selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

“Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh,” tegasnya.

Menurut Prabowo, Indonesia juga terus menjaga hubungan baik dengan berbagai negara meski memiliki kepentingan yang berbeda.

“Hubungan kita baik sama Amerika Serikat. Kita baik juga sama Tiongkok, kita juga baik sama Rusia, sama Jepang, India, dan Australia. Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis, tapi kita baik sama tetangga-tetangga kita. Sama PNG kita baik,” pungkasnya.


“Gelombang Biru” dan Masa Depan Politik Anwar Ibrahim

Sebelumnya

China Tolak Teken Deklarasi Global untuk Perangi Illegal Fishing

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia