post image
Ilustrasi: Aljazeera
KOMENTAR

Proses diplomasi untuk membuka kembali Selat Hormuz yang merupakan salah satu titik jepit maritim paling krusial di dunia, memasuki fase penting. Iran, Oman, dan Amerika Serikat terlibat dalam pembicaraan mengenai kerangka kerja navigasi, meskipun masing-masing pihak memiliki kepentingan, posisi resmi, dan narasi yang berbeda signifikan.

Posisi Iran

  • Status Negosiasi: Iran menegaskan bahwa mereka tidak bernegosiasi secara langsung dengan Amerika Serikat, melainkan berdiskusi secara profesional dengan tetangganya, Oman, untuk menyepakati rute pelayaran sementara yang aman.
  • Skema Jalur & Biaya: Tehran mengusulkan pembagian dua jalur: kapal yang masuk ke Teluk Persia melintasi perairan yang dikelola Iran, sementara kapal yang keluar melintasi perairan yang dijaga Oman. Iran juga mengusulkan skema "biaya layanan" (service fee)—bukan bea retribusi (toll)—untuk menutup biaya keamanan, staf, dan perlindungan lingkungan.
  • Syarat Utama: Pihak Iran menegaskan bahwa kesepakatan navigasi ini tidak secara otomatis menjamin keamanan penuh jika AS masih memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Tehran menuntut pencabutan blokade AS dan kepatuhan pada kesepakatan kerangka kerja sebelumnya.

Posisi Amerika Serikat

  • Klaim Diplomasi: Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa negosiasi berjalan sangat baik dan kesepakatan dapat dicapai dalam waktu singkat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
  • Penolakan Kontrol Iran: AS secara tegas menolak narasi yang memberikan wewenang penuh kepada Iran untuk mengontrol perairan internasional atau memungut biaya dari kapal yang melintas. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menekankan bahwa kebebasan navigasi (freedom of navigation) adalah prinsip mutlak yang tidak boleh dikompromikan.
  • Opsi Militer: Meskipun Trump mengedepankan opsi diplomasi untuk meredakan krisis pasokan energi dan inflasi, ia tetap melontarkan peringatan bahwa kesepakatan ini merupakan "kesempatan terakhir" bagi Iran sebelum AS mengambil tindakan yang lebih keras.

Posisi Oman

  • Peran Mediasi: Oman bertindak sebagai fasilitator dan mediator kunci dalam merumuskan rute pelayaran dan mengoordinasikan titik geografis teknis di sepanjang Selat Hormuz.
  • Fokus Keamanan Regional: Sebagai negara penjamin keamanan di jalur selatan Selat Hormuz, Oman berupaya keras mencegah eskalasi konflik berlanjut yang dapat merusak kestabilan dan ekonomi negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Kendati ada kemajuan dalam menyepakati koordinat teknis rute pelayaran antara Iran dan Oman, perselisihan mengenai kebebasan navigasi tanpa biaya vs. kontrol dan retribusi legal oleh Iran tetap menjadi batu ganjalan utama antara Washington dan Tehran.


Perjanjian Selat Hormuz Makin Dekat, Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Serangan Terbaru Houthi

Sebelumnya

Gegara Stok Amunisi dan Rudal Menipis, Hubungan Presiden dan Menhan Dilaporkan Retak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia