post image
Area check in Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan
KOMENTAR

Di tengah bentang alam Pegunungan Bukit Barisan yang megah, terselip sebuah simpul transportasi udara yang memegang peranan krusial bagi daratan tinggi Sumatra Selatan. Bandara Atung Bungsu, yang terletak di Kota Pagar Alam, hadir bukan sekadar sebagai fasilitas pendaratan pesawat, melainkan menjadi urat nadi strategis yang merajut konektivitas kawasan Besemah dengan dunia luar.

Secara administratif, bandara ini berlokasi di Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagar Alam. Keberadaannya dikelilingi oleh lanskap alam yang dramatis dengan latar belakang kemegahan Gunung Dempo, dipadu udara sejuk pegunungan serta hamparan hijau perkebunan teh yang membentang luas di sekitarnya.

Sejarah pembangunan bandara ini berakar dari visi jangka panjang Pemerintah Kota Pagar Alam untuk memecah isolasi geografis wilayah. Jauh sebelum bandara ini beroperasi, perjalanan darat dari Palembang menuju Pagar Alam memakan waktu melebihi tujuh jam melintasi medan berbukit, sehingga kehadiran bandara dipandang sebagai solusi mutlak untuk mempercepat mobilitas logistik dan manusia.

Perjalanan operasional Bandara Atung Bungsu sendiri telah melewati sejumlah fase penting sejak diresmikan dan mulai melayani penerbangan komersial serta perintis. Setelah sempat mengalami dinamika operasional, termasuk penerbangan perintis yang diisi oleh maskapai Susi Air dengan rute regional seperti Bengkulu–Pagar Alam–Palembang, bandara ini kembali mencatatkan tonggak sejarah baru.

Tonggak besar tersebut terjadi ketika maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink resmi membuka rute penerbangan komersial langsung dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Atung Bungsu menggunakan armada ATR 72-600 mulai 17 Maret 2026. Kehadiran rute reguler ini seketika memangkas waktu tempuh perjalanan udara dari Jakarta ke Pagar Alam menjadi sekitar 1 jam 19 menit.

Dari sisi potensi pasar, kehadiran rute penerbangan langsung ini diyakini mendongkrak geliat ekonomi lokal secara signifikan. Sektor pariwisata Pagar Alam yang kaya akan pesona alam kini semakin mudah diakses oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara yang mendambakan liburan praktis tanpa harus kelelahan di perjalanan darat.

Selain pariwisata, potensi pasar Bandara Atung Bungsu juga bertumpu kuat pada sektor agribisnis unggulan daerah. Pagar Alam dikenal luas sebagai salah satu produsen kopi Robusta berkualitas tinggi serta pemasok sayur-mayur segar bagi berbagai daerah di Sumatra, yang kini memiliki peluang distribusi lebih cepat.

Bagi para pelancong, kawasan Gunung Dempo tetap menjadi destinasi utama yang paling diandalkan di sekitar bandara. Gunung berapi aktif ini menawarkan daya tarik wisata pendakian, susur kebun teh berundak seluas ribuan hektar, hingga wisata agro yang melibatkan interaksi langsung dengan keseharian petani lokal.

Tidak hanya wisata gunung, wilayah Pagar Alam juga menyimpan deretan air terjun eksotis berair jernih yang lokasinya relatif mudah dijangkau dari kawasan bandara. Sebut saja Air Terjun Cughup Maung, Cughup Embun, hingga Cughup Mangkok yang menawarkan oase keindahan alam yang masih asri dan alami.

Lebih dari itu, kekayaan Pagar Alam juga merambah pada wisata sejarah dan budaya melalui sebaran situs megalitikum purbakala di berbagai titik kota. Dengan kombinasi infrastruktur penerbangan yang kian optimal melalui maskapai nasional dan dukungan destinasi yang komplet, Bandara Atung Bungsu kini mantap menatap masa depan sebagai katalisator utama kemajuan ekonomi berkelanjutan di Bumi Besemah.


Aktivitas Penerbangan Pulih, Bandara Soekarno-Hatta Kembali Dibuka dengan Sejumlah Catatan

Sebelumnya

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Operasional Bandara Soetta, 33 Penerbangan Terdampak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Airport