post image
Foto: Airbus
KOMENTAR

Airbus dan All Nippon Airways (ANA) menandatangani perjanjian pelatihan penerbangan komprehensif guna mencetak generasi pilot masa depan maskapai tersebut. Kesepakatan ini kian mempererat kemitraan strategis kedua pihak yang telah terjalin selama hampir 40 tahun. 

Untuk menjawab tingginya kebutuhan akan pilot komersial berkompetensi tinggi, Airbus akan menyediakan program pelatihan tingkat dasar (ab initio) bagi para calon pilot (kadet penerbang) dari ANA Group dan maskapai mitranya.

Berlokasi di Sevenair Academy di Ponte de Sor, Portugal, program ini dirancang khusus untuk membimbing calon pilot yang belum memiliki pengalaman terbang melalui seluruh tahapan pelatihan hingga memperoleh lisensi pilot. Angkatan pertama yang terdiri dari 19 kadet penerbang dijadwalkan mulai menjalani pelatihan pada akhir tahun ini. 

Melalui integrasi program pelatihan ini langsung ke dalam jaringan Airbus, para kadet penerbang dari maskapai tersebut akan berlatih mengikuti satu kurikulum terpadu yang berbasis konsep pelatihan, metodologi, serta sarana pembelajaran modern berstandar Airbus sejak hari pertama. 

“Kami menyambut baik hadirnya program pelatihan pilot terbaru dari Airbus ini,” ujar Takeshi Tsuchida, Executive Vice President of Flight Operations ANA.

“Program ini memadukan pembelajaran terkini terkait keselamatan penerbangan dan sejalan dengan pendekatan Competency-Based Training and Assessment (CBTA) dari Airbus. Program ini akan membekali para kadet penerbang kami dengan kompetensi penting yang dibutuhkan untuk menghadapi dinamika operasional yang kompleks sekaligus mengelola operasional penerbangan secara efektif,” sambungnya. 

“ANA dikenal secara global atas komitmennya yang kuat terhadap keselamatan, presisi, dan keunggulan pelatihan. Kepercayaan dari maskapai berkelas dunia kepada kami untuk melatih generasi pilot masa depan mereka merupakan suatu kehormatan besar,” tutur Thomas Aoudia, Head of Operations and Business Development di Airbus Training Services.

“Program pelatihan ab initio kami berfokus pada pembentukan kompetensi inti sejak tahap awal. Dengan memanfaatkan standar global dalam kerangka pelatihan penerbangan Airbus, kami memastikan pengalaman pelatihan yang terpadu dan berkualitas tinggi, mulai dari penerbangan perdana hingga siap bertugas di kokpit maskapai komersial,” kata dia.

Inisiatif ini hadir di momen krusial bagi industri penerbangan global. Berdasarkan laporan terbaru Airbus Global Services Forecast, industri penerbangan dunia akan membutuhkan 633.000 pilot baru dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, dengan kebutuhan mencapai 104.000 pilot di kawasan Asia-Pasifik saja.

Melalui perluasan kerja sama ini, Airbus dan ANA mengambil langkah nyata untuk memastikan ketersediaan talenta penerbangan berkualitas dan berstandar tinggi bagi pasar penerbangan Jepang. 


Mengenal 5 Prosedur Khusus Pilot Saat Pesawat Melintasi Wilayah Udara Samudra

Sebelumnya

Skandal Memalukan, Semua Pilot Malaysia Jalani Test Narkoboy

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Air Crew