Dewan Pimpinan Nasional Solidaritas Pemuda Desa (DPN SPEDA) terus memperluas simpul jaringan kelembagaannya di berbagai daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peresmian pembentukan tiga Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) baru, yakni Provinsi Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Melalui keputusan DPN SPEDA, kepemimpinan di tiga wilayah tersebut resmi dipercayakan kepada figur-figur muda daerah. Musa Adhe Chandra didaulat sebagai Ketua DPW SPEDA Provinsi Lampung, Erianto memimpin DPW SPEDA Provinsi Kalimantan Barat, serta Febryandra Rusiawan mengemban amanah sebagai Ketua DPW SPEDA Provinsi Kalimantan Selatan.
Pembentukan wilayah baru ini tidak sekadar bersifat administratif. Ketua Umum DPN SPEDA, Fadli Rumakefing, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian mendasar dari agenda konsolidasi nasional untuk memperkokoh fondasi organisasi secara merata.
"Pembentukan DPW Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan bukan sekadar penambahan struktur organisasi. Ini merupakan bagian dari konsolidasi nasional untuk memastikan SPEDA hadir dan bekerja nyata bersama pemuda serta masyarakat desa," ujar Fadli kepada awak media, Jumat (18/9/2026).
Fadli menginstruksikan agar para ketua terpilih segera tancap gas membangun struktur yang hidup dan fungsional. Mandat serius telah diserahkan agar gerak organisasi langsung dirasakan manfaatnya di tingkat tapak.
"Struktur harus hidup, program harus berjalan, dan keberadaan SPEDA harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa," tegasnya.
Ke depan, DPN SPEDA mematok sejumlah isu strategis yang wajib dikawal oleh para pengurus wilayah. Fokus utama tersebut mencakup pemberdayaan pemuda desa, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pelibatan aktif generasi muda dalam pembangunan.
Menurut Fadli, paradigma lama yang menempatkan pemuda desa sekadar sebagai penonton harus diubah. Generasi muda harus diposisikan sebagai motor penggerak utama kemajuan daerahnya sendiri.
"Pemuda desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda harus menjadi subjek sekaligus kekuatan utama dalam menggerakkan potensi ekonomi dan pembangunan di daerahnya," kata Fadli.
Sebagai langkah taktis, kehadiran pengurus tingkat provinsi juga dituntut mampu merajut kolaborasi lintas sektor. Komunikasi intensif perlu dibangun bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas setempat.
Dengan resmi terbentuknya tiga DPW baru ini, DPN SPEDA optimistis jaringan solidaritas pemuda desa akan semakin solid, produktif, dan mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan di pedesaan sesuai dengan semangat organisasi, "Bangga Dari Desa, Berkarya Untuk Indonesia".



KOMENTAR ANDA