post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebuah insiden penerbangan serius menimpa maskapai Air India setelah pesawat jenis Airbus A320neo dilaporkan kehilangan kendali penerbangan utama selama sekitar empat detik. Kejadian tersebut menyebabkan pesawat anjlok mendadak setinggi 300 kaki (sekitar 91 meter) dan mengakibatkan puluhan penumpang serta awak kabin mengalami luka-luka.

Insiden tersebut terjadi pada penerbangan bernomor AI2379 yang melayani rute internasional dari Bandara Internasional Phuket (HKT), Thailand, menuju Bandara Internasional Indira Gandhi (DEL) di New Delhi, India. Pesawat yang membawa penumpang dari destinasi wisata populer tersebut mendadak mengalami gangguan sistem di tengah perjalanan sebelum akhirnya berhasil mendarat.

Berdasarkan analisis awal yang dirilis oleh produsen pesawat Airbus, armada A320neo tersebut diduga mengalami kegagalan pada ketiga sistem hidroliknya secara bersamaan. Gangguan teknis secara serentak ini menyebabkan aliran tekanan hidrolik terputus secara mendadak sehingga sistem kendali penerbangan tidak merespons perintah pilot.

Selama rentang waktu empat detik yang sangat krusial tersebut, pilot dilaporkan tidak dapat memfungsikan kendali utama penerbangan, seperti elevators pada bagian ekor dan ailerons di area sayap. Padahal, kedua komponen mekanis ini sangat vital untuk mengatur arah hidung pesawat (pitch) serta pergerakan kemiringan ke kiri atau kanan (bank).

Data dari perekam data penerbangan (Digital Flight Data Recorder) mencatat bahwa saat pesawat anjlok, posisi hidung pesawat sempat mendongak ke atas. Kopilot yang bertugas telah merespons dengan mendorong tuas kendali (control stick) secara maksimal ke bawah (full nose-down), namun pesawat tidak memberikan tanggapan secara langsung hingga sistem kembali pulih.

Beruntung, beberapa detik kemudian sistem hidrolik pesawat secara otomatis terhubung kembali (re-engaged). Kendati demikian, gerakan pemulihan dan trajektori pesawat yang menukik tajam secara mendadak menimbulkan guncangan hebat yang melempar para penumpang serta awak kabin yang sedang tidak menggunakan sabuk pengaman hingga membentur atap kabin.

Menanggapi kejadian ini, pihak Airbus telah meminta Air India untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sistem hidrolik, sensor tekanan, hingga jaringan kabel pesawat. Sebagai langkah pencegahan, sejumlah sensor terkait telah dilepas untuk diinspeksi secara mendalam guna memastikan tidak ada kerusakan struktural akibat beban gaya mekanis berlebih.

Armada yang terlibat dalam insiden ini merupakan pesawat Airbus A320neo berusia tujuh tahun dengan registrasi VT-EXO. Pasca-kejadian, maskapai memutuskan untuk menghentikan sementara operasional pesawat tersebut dari layanan penerbangan (grounded) dan menempatkannya di New Delhi untuk menjalani proses investigasi lebih lanjut.

Di sisi lain, otoritas keselamatan penerbangan India telah mengategorikan insiden penerbangan AI2379 ini sebagai kejadian serius (serious incident). Pihak maskapai Air India menyatakan terus bekerja sama dan memberikan bantuan penuh kepada regulator serta instansi terkait guna mengusut tuntas penyebab pasti dari hilangnya tekanan hidrolik tersebut.

Dalam perkembangan terpisah dari hasil tes pasca-insiden, kapten pilot dalam penerbangan tersebut dinyatakan positif menggunakan ganja. Meski demikian, hasil penyelidikan awal menegaskan tidak terdapat keterkaitan langsung antara penggunaan zat tersebut dengan kegagalan sistem hidrolik pesawat, dan maskapai kini memperketat prosedur tes substansi bagi seluruh pilotnya.


Dreamliner Vietnam Airlines Alami Lepas Landas Berbahaya di Munich

Sebelumnya

Update: Gugatan Pilot dan Mantan Pilot Delta Air Lines Dapat Lampu Hijau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews