post image
Wakil Presiden China Han Zheng
KOMENTAR

China berencana menggelar dialog tingkat tinggi untuk memperingati ulang tahun kelima Global Development Initiative (GDI) atau Inisiatif Pembangunan Global. Acara penting ini dijadwalkan berlangsung di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Jumat, 25 September 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam sebuah konferensi pers di Beijing. Dialog yang dipimpin Wakil Presiden Han Zheng ini diselenggarakan bertepatan dengan rangkaian Sidang Umum PBB.

Dalam keterangannya, Guo mengingatkan kembali bahwa inisiatif ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden China Xi Jinping. Gagasan tersebut disampaikan secara khidmat pada Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-76 lima tahun lalu.

Inisiatif ini berfokus pada pembangunan sebagai tema abadi bagi masyarakat manusia. Tujuannya adalah mendorong komunitas internasional menempatkan isu pembangunan dalam agenda kebijakan makroekonomi global.

Selain itu, GDI berkomitmen untuk mempercepat implementasi Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Langkah ini dinilai telah memberikan dorongan kuat dalam merevitalisasi upaya pembangunan global serta mendapat sambutan luas.

Selama lima tahun terakhir, GDI telah berkembang dari sekadar usulan nasional menjadi konsensus internasional. Filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat juga dinilai semakin berakar kuat di berbagai negara.

Dari sisi kerja sama praktis, inisiatif ini telah berhasil memobilisasi dana lebih dari US$23 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk menjalankan lebih dari 2.000 proyek kerja sama lintas negara.

Kerja sama di bawah kerangka Dana Pembangunan Global dan Kerja Sama Selatan-Selatan juga telah menampakkan hasil nyata. Program ini telah menjangkau lebih dari 70 negara dan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 40 juta jiwa.

Melalui dialog tingkat tinggi di New York ini, China berharap dapat bekerja sama dengan negara anggota PBB lainnya. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau pencapaian serta membagikan peluang pembangunan ke depan.

Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung tata kelola global yang lebih inklusif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas internasional demi mewujudkan masa depan bersama yang lebih baik bagi umat manusia.


Super El Niño Diproyeksikan Picu Lebih dari 450.000 Kematian hingga Februari 2027

Sebelumnya

Di Depan PBB, Delcy Rodríguez Pastikan akan Gelar Pemilu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia