Pada September 2024, FBI mengungkap operasi peretasan besar-besaran oleh Tiongkok, yang dijuluki Flax Typhoon, yang melibatkan malware yang memengaruhi lebih dari 200.000 perangkat konsumen, termasuk kamera, perekam video, dan router. Perangkat yang terinfeksi ini membentuk jaringan yang memungkinkan aktivitas kejahatan siber.
Pada Oktober 2024, FBI meluncurkan investigasi atas dugaan peretasan ponsel milik Donald Trump dan JD Vance oleh Tiongkok, dengan kelompok yang sama dilaporkan menargetkan individu yang terhubung dengan Kamala Harris. Para peretas diyakini telah membobol jaringan penyedia layanan seluler AS, Verizon.
Sebuah laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) tahun 2023 mengungkapkan bahwa spionase Tiongkok semakin selaras dengan tujuan strategis Tiongkok. Ini merupakan pergeseran dari motif komersial yang terlihat di masa lalu.
Meskipun spionase komersial tetap menjadi fitur penting, laporan tersebut mencatat bahwa spionase Tiongkok jauh melampaui negara lain mana pun, bahkan Rusia.
Biaya ekonomi dan keamanan nasional jangka panjang sulit diukur tetapi diperkirakan mencapai miliaran dolar.
Spionase Tiongkok juga telah menimbulkan kerusakan pada keamanan nasional, termasuk pencurian teknologi senjata dan data uji nuklir, serta menambahkan pencurian informasi pribadi dan pemaksaan politik ke dalam persenjataannya dalam beberapa tahun terakhir.


KOMENTAR ANDA