Para agen asing makin mulai kebingungan. Terputusnya internet memutus koordinasi mereka dengan dinas intelijen asing. Perangkat Starlink yang mereka miliki pun tidak berfungsi, bahkan berhasil dilumpuhkan dan dibuat tak berdaya oleh sistem pengamanan Iran.
Hingga pada Sabtu malam (9/1), ketika Starlink sengaja dibuat mendapatkan sinyal, justru itulah akhir dari permainan mereka. Dengan internet nasional tetap lumpuh dan hanya Starlink yang aktif, titik koordinat para agen menjadi mudah dilacak. Aparat bergerak cepat. Penyergapan dilakukan malam itu juga. Mereka ditangkap satu per satu.
Operasi penyergapan kembali didokumentasikan dan ditayangkan di televisi nasional. Publik melihat langsung barang bukti yang disita: senjata, alat spionase, perangkat komunikasi canggih dan Starlink yang berubah menjadi senjata makan tuan.
Fakta-fakta ini menegaskan bahwa kerusuhan tersebut bukan gerakan rakyat, melainkan rekayasa agen bayaran asing. Para perusuh bukan menyelesaikan masalah ekonomi, melainkan menciptakan masalah baru. Rusaknya fasilitas publik justru memperburuk kondisi ekonomi nasional, sebuah ironi yang disadari rakyat Iran.
Puncaknya terjadi pada Senin (12/1). Jutaan rakyat Iran turun ke jalan mendukung pemerintah, berterima kasih kepada aparat keamanan, dan menyatakan kesetiaan kepada kepemimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Amerika Serikat dan Israel dikecam secara terbuka dalam pawai raksasa tersebut.
Seluruh propaganda musuh runtuh total. Habis pawai akbar ini, tidak ada lagi aksi kerusuhan.
Aparat keamanan yang semula ingin dibingkai dan dicitrakan sebagai algojo kematian justru semakin dicintai rakyat. Mereka yang gugur disebut syuhada penjaga keamanan, dimakamkan dengan iringan lautan massa. Sementara para perusuh yang digelandang paksa sebagai tersangka dipandang sebagai pengkhianat, penjual negara, pembuat onar dan pantas untuk digantung.
Tak ada yang mereka peroleh kecuali kehinaan dan nama buruk dalam sejarah.
Sementara di tempat lain, Donald Trump yang merupakan aktor utama penggerak para perusuh, menahan amarah sambil mengatakan, cukup sudah, Iran sudah seharusnya punya pemimpin yang baru. Saya akan membuat Iran terhapus dari peta.
Begitu kronologinya.


KOMENTAR ANDA