post image
Pick up dari India yang dipesan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk Koperasi Desa Merah Putih.
KOMENTAR

Kalau dari APBN mengapa Menkeu Purbaya tidak mencak-mencak?

Maka, mestinya, bukan dari APBN.

Berarti dari Danantara? Pun pelunasannya nanti juga dari Danantara?

Sebegitu mudahkah Danantara mengeluarkan uang?

Jangan-jangan bukan dari Danantara --juga bukan dari APBN. Jangan-jangan ada orang baik hati yang menyumbang uang Rp 9 triliun untuk PT Agrinas --asal Joao jangan ngambek sampai minta berhenti begitu.

Lalu: mobil sebanyak itu akan dibagi ke siapa? Memang disebut-sebut akan dibagi ke Koperasi Desa Merah Putih. Apakah koperasinya sudah siap? Akan mengangkut apa?

Padahal mobilnya sudah akan tiba. Tidak mungkin disimpan begitu saja di gudang. Itu sangat bertentangan dengan disiplin keuangan: terkait ROI. Berarti segera pula dibagi ke koperasi. Sebelum lebaran ini.

Terlalu pusing saya memikirkan: akan dipakai mengangkut apa mobil itu. Agar hasil angkutnya bisa untuk biaya oprasional dan mengembalikan modal.

Masih ada pertanyaan ini: kalau PT Agrinas membagikan mobil itu ke Koperasi Desa Merah Putih, akad serah terimanya bagaimana? Hibah? Pinjaman? Setoran modal?

Benar-benar pusing.

Lalu: apa hubungan hukum PT Agrinas Pangan dengan Koperasi Desa Merah Putih hingga bisa membeli mobil untuk mereka? 

Pusing.

Setidaknya saya terhibur: ternyata Joao masih tetap jadi dirut PT Angrinas Pangan Nusantara.


WNI WNI

Sebelumnya

Kolegium MK

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Disway