post image
Foto: The Aviationist
KOMENTAR

Industri pertahanan Turkiye kembali menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan pesawat jet latih tingkat lanjut domestik mereka, Hürjet. Salah satu prototipe jet tempur ringan tersebut baru-baru ini tertangkap kamera tengah mengudara dengan membawa pylon senjata di bawah sayapnya. Kemunculan ini memicu spekulasi kuat bahwa Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAŞ) siap menembus pasar jet serang ringan global yang sangat kompetitif.

Sebuah foto yang diambil oleh fotografer penerbangan Enes Ötken dan diunggah di akun Instagram pribadinya memperlihatkan prototipe Hürjet tersebut terbang di langit Turkiye. Berdasarkan latar belakang gambar, lokasi penerbangan uji coba ini diduga kuat berada di fasilitas utama TUSAŞ yang terletak di barat laut Ankara. Foto ini memperkuat rumor yang beredar awal bulan ini mengenai pengembangan varian tempur (combat variant) dari pesawat tersebut.

Langkah ini menandakan progres yang stabil bagi Turkiye dalam mengubah jet latih canggihnya menjadi platform serang ringan. Kehadiran varian bersenjata Hürjet dipastikan akan memperketat persaingan di pasar internasional. Saat ini, pasar kelas tersebut masih didominasi oleh nama-nama besar seperti KAI T-50 dan FA-50 buatan Korea Selatan, Boeing T-7A Red Hawk dari Amerika Serikat, Leonardo M-346A Master milik Italia, serta Yak-130M asal Rusia.

Detail Prototipe TUS-A003

Berdasarkan analisis visual, nomor ekor yang tertera pada badan pesawat pembawa pylon tersebut adalah TUS-A003. Ini merupakan airframe yang sama yang sempat menarik perhatian publik saat mengudara dengan skema cat baru kombinasi abu-abu muda dan tua. Komponen uji coba ini menjadi bagian penting dari armada riset TAI yang terus bergerak dinamis.

Saat foto tersebut diabadikan, pesawat diketahui sedang dalam fase pendaratan setelah menyelesaikan misi uji terbang. Hal ini terlihat dari roda pendaratan (landing gear) dan rem udara (speedbrakes) yang dalam posisi terbuka. Selain itu, pesawat ini masih dilengkapi dengan tabung pitot (flight data probe) berukuran besar di bagian hidung untuk mengumpulkan data aerodinamis.

Menariknya, terdapat dua kamera yang dipasang dengan pola menyerupai huruf V tepat di belakang roda pendaratan utama. Pemasangan kamera ini diduga kuat berfungsi untuk mengamati serta merekam dampak getaran dan beban mekanis yang dihasilkan oleh pylon senjata terhadap struktur sayap selama penerbangan. Data visual ini sangat krusial untuk memastikan keamanan integrasi persenjataan di masa depan.

Kesiapan Produksi Masal dan Integrasi Radar

Saat ini, program Hürjet dilaporkan telah memasuki tahap produksi serial. TAI memiliki empat prototipe aktif yang terus melaksanakan berbagai uji kelayakan terbang, di mana TUS-A003 menjadi salah satu andalannya. Progres ini berjalan beriringan dengan rencana modernisasi sistem avionik jet tersebut agar siap menghadapi pertempuran modern.

Menurut laporan media pertahanan Turdef, Hürjet dalam waktu dekat akan diintegrasikan dengan sistem radar modern buatan dalam negeri, yakni keluarga radar Active Electronically Scanned Array (AESA) MURAD. Tidak hanya itu, kemampuan tempurnya akan didongkrak lewat integrasi rudal udara-ke-udara (AAM) domestik, yaitu rudal jarak dekat Bozdoğan dan rudal jarak luar visual (BVR) Gökdoğan.

Di dalam negeri, peran utama Hürjet adalah untuk meremajakan armada Angkatan Udara Turkiye (Türk Hava Kuvvetleri). Berdasarkan data dari laporan World Air Forces, Turkiye saat ini masih mengoperasikan sekitar 68 unit pesawat latih tua Northrop T-38 Talon. Hürjet diproyeksikan penuh untuk menggantikan peran pesawat legendaris asal Amerika Serikat tersebut.

Kontrak Ekspor dan Program SAETA II Spanyol

Hürjet tidak hanya berjaya di rumah sendiri, namun juga mulai mengepakkan sayap di pasar Eropa. Angkatan Udara Turkiye sejauh ini telah memesan 12 unit, sementara Spanyol resmi menjadi pelanggan internasional pertama. Melalui Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol (Ejército del Aire y del Espacio), mereka telah menandatangani kontrak pengadaan sebanyak 30 unit pesawat di bawah program regional bernama SAETA II.

Kerja sama dengan Spanyol ini membawa skema produksi yang masif, di mana 60 persen dari total jet pesanan akan diproduksi secara lokal di Spanyol. Konsorsium lokal yang dipimpin oleh raksasa dirgantara Airbus akan bertanggung jawab memproduksi berbagai komponen dan subsistem kustom. Langkah ini diambil Spanyol untuk menggantikan armada 19 unit pesawat latih Northrop F-5M mereka yang sudah uzur.

Nantinya, armada Hürjet Spanyol akan ditempatkan di bawah Wing 23 (Ala 23) yang berbasis di Pangkalan Udara Talavera La Real. Skadron ini memegang peran vital dalam melatih para pilot tempur Spanyol sebelum mereka beralih menerbangkan jet tempur utama barisan depan, seperti Eurofighter Typhoon dan F-18 Hornet.

Sistem Pelatihan Terintegrasi dan Jangka Panjang

Hürjet tidak akan berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang disebut Integrated Combat Training System (ITS-C). Sistem ini mencakup simulator darat yang canggih serta alat bantu pelatihan teori maupun praktis. Tujuan utamanya adalah mempersiapkan para penerbang Turkiye dan Spanyol agar siap bertransisi ke pesawat tempur generasi 4.5 dan generasi 5.

Menurut media lokal Savunmatr, program SAETA II milik Spanyol akan dibagi menjadi dua fase utama. Fase pertama dijadwalkan dimulai pada tahun 2028 dengan pengiriman 21 unit pesawat. Satu pesawat di antaranya akan dijadikan prototipe khusus untuk menguji komponen lokal serta teknologi avionik Spanyol yang dikembangkan oleh perusahaan top seperti GMV, Sener, Aertec, Grupo Oesía, Orbital, dan Indra.

Sistem pelatihan berbasis darat skala besar ditargetkan mulai online pada periode 2029–2030. Sementara itu, fase kedua yang berlangsung antara tahun 2031 hingga 2035 akan fokus pada konversi menyeluruh seluruh armada 30 pesawat ke standar final SAETA II Spanyol. Untuk urusan dapur pacu, batch awal jet ini masih menggunakan mesin GE F404 buatan AS, sebelum nantinya digantikan oleh mesin domestik seri TF garapan TUSAŞ Engine Industries (TEI).

Varian Angkatan Laut dan Proyeksi Kapal Induk MUGEM

Masa depan Hürjet dipastikan akan semakin luas hingga ke sektor maritim. Dalam sebuah wawancara dengan SAHA İstanbul, CEO TAI Mehmet Demiroğlu membeberkan rencana pengembangan Hürjet varian angkatan laut (naval version). Jet ini diproyeksikan untuk beroperasi di atas kapal induk masa depan Turkiye yang dinamakan MUGEM.

Meski tidak merinci detail ketertarikan spesifik Angkatan Laut Turkiye, Demiroğlu membenarkan bahwa pihak militer telah menjalin komunikasi intensif dengan TAI terkait pengadaan varian ini. Ia juga menegaskan kesiapan penuh fasilitas manufaktur TAI untuk menggenjot kapasitas produksi demi memenuhi permintaan yang melonjak.

"Kami bisa katakan bahwa kami telah memasuki fase produksi massal. Bergabungnya Spanyol, serta tambahan pesanan yang kami harapkan segera datang dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Turkiye, kian mempercepat persiapan lini produksi kami. Kami menargetkan kapasitas hingga 100 unit. Memang satu atau dua pesawat per bulan terdengar sedikit dibandingkan mobil, namun dalam industri dirgantara, itu sudah masuk kategori produksi massal yang masif," ujar Demiroğlu.

Berdasarkan infografis resmi di berbagai pameran pertahanan, kapal induk MUGEM masa depan dirancang menggunakan sistem ski-jump STOBAR. Kapal raksasa ini nantinya tidak hanya mengangkut Hürjet varian laut, melainkan juga wahana tanpa awak canggih Turkiye lainnya seperti drone Baykar TB3, ANKA-3 UCAV, serta pesawat tempur tak berawak Kızılelma.


Terobosan Baru Dirgantara: Drone MQ-9B Terbang Perdana dengan Pod Radar “LoyalEye”

Sebelumnya

Modifikasi Baru, Pesawat Tempur A-10C Kini Mengisi Bahan Bakar di Udara Pakai Sistem “Probe and Drogue”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer