post image
KOMENTAR

Saya terpana.

Sepanjang jalan depan hotel itu dihias. Gemerlap. Penuh lampion. "Kita buat seperti Orchard Road," ujar Helga. Maksudnyi: Orchard Road Singapura di waktu malam di waktu Imlek.

Lalu kami memasuki gerbangnya. Ada plasa luas di situ. Plasa itu diubah: dijadikan semacam museum Imlek. Museum terbuka. Saya merasa sayang kalau semua ini dibongkar dan dibuang setelah bazar imlek ini selesai. Saya perhatikan pengerjaannya bagus-bagus. Profesional.

Kami terus melangkah ke tengah lapangan bertaman itu. Ternyata ada danau buatan. Penuh air jernih. Danaunya kecil tapi cantik. Sekecil-kecil danau masih lebih besar dari kolam besar. Ada plasa beratap artistik di salah satu sisinya. Ada panggung besar di seberangnya. 

Air adalah lambang kelembutan. Damai. Teduh. Kekejaman Lapangan Banteng di masa lalu seperti sudah lama ditenggelamkan ke dalam air danau buatan itu. 

Di plaza yang di tepi danau itulah puncak acara imlek dilaksanakan nanti malam. Di panggung seberang danau itulah Presiden Prabowo akan berpidato. Di panggung itu pula sejumlah tari dan nyanyi dipertunjukkan –jangan-jangan presiden akan nyanyi spontan malam nanti.

Danau itu dibangun di dekat ikon utama Lapangan Banteng: patung pembebasan bangsa. Salah satu dari banyak patung yang pembangunannya diprakarsai Bung Karno. 

Patung di situ menggambarkan seorang laki-laki yang dengan semangatnya mematahkan rantai besi yang membelenggu kedua tangannya: bebas dari penjajahan Belanda.

Di sisi lain dari patung itulah dibangun panggung gembira. Menghadap lapangan rumput. Menampilkan kreativitas anak-anak muda. Wamen Irene sedang duduk di atas rumput menyaksikannya. Ketika saya tiba di sebelah wamen, band dari Universitas Indonesia sedang mengakhiri penampilannya. Diganti band dari ITB. Lagu pertama band ITB itu yang bikin lapangan rumput histeris: Bohemian Rhapsody dari Queen. Dokter ahli jantung Jagaddhito Probokusumo yang menemani saya sampai ikut ber-Rhapsody. Lagu berikutnya masih dari Queen: Dont Stop Me Now.

Baju saya sangat tidak cocok dengan itu: batik merah yang dibuat istri khusus untuk acara imlek. Maka saya copot semua kancing baju: biar tidak terlalu ditertawakan rumput yang bergoyang.


Petir Ngambek

Sebelumnya

Petir India

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Disway

image

WNI WNI