Maka ini akan seperti Makan Bergizi Gratis. Begitu ada aba-aba ''Siaaaaaap!'' langsung ada yang ''graaak!'' Artinya, biar pun jutaan anjing riuh menggonggong, MBG harus berlalu. Pun Agrinas ini. Berarti Joao juga harus siap-siap mendapat Bintang Mahaputera.
Joao sendiri sudah punya pengalaman mengelola pertanian di perdesaan di pedalaman NTT. Istrinya juga punya pengalaman menjadi distributor. Rupanya Joao ingin menjadikan apa yang ia lakukan di NTT ke skala nasional. Ditambah plus plus.
Rupanya Joao sudah lama memendam pemikiran itu. Jangan-jangan sudah sejak lama pula dimatangkan dalam pembicaraan pribadi dengan Prabowo. Sejak sama-sama berjuang memikirkan ekonomi petani di desa. Joao sahabat dekat Prabowo. Sampai sekarang. Dalam sidang-sidang di Istana Joao sering ikut serta –tidak mungkin itu hanya sebagai dirut cucu perusahaan Danantara.
Rupanya konsep besar itu pula yang pernah diajukannya ke Danantara. Yakni setelah Joao ditunjuk sebagai dirut Agrinas Pangan Nusantara.
Maka enteng saja ia ngambek minta berhenti ketika Danantara tidak kunjung menyetujuinya.
Kini konsep itu sudah disetujui –tidak penting lagi disetujui oleh siapa pun. Joao langsung berlari cepat. Otaknya sudah penuh dengan rencana. Ia bukan dirut yang baru mengadakan rapat perencanaan setelah dilantik. Ia sudah punya konsep matang sejak Agrinas Pangan belum ada.
Ini proyek besar. Pekerjaan besar. Kalau ini sukses, memang akan jadi petir beneran: petir menghidupkan ekonomi di desa. Kalau gagal ia akan jadi petir untuk perekonomian nasional.


KOMENTAR ANDA