post image
Menlu Iran Mohammad Boroujerdi (kiri) dan Menlu Sugiono/@Menlu_RI
KOMENTAR

Akhirnya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan surat berbelasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei seusai serangan dari Israel-Amerika Serikat, Sabtu pekan lalu, 28 Februari 2026. 

Surat tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi. 

“Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” kata Menlu Sugiono di akun X @Menlu_RI, Rabu, 4 Maret 3026.

Dua hari sebelumnya, Senin 2 Maret 2026, Menlu Sugiono telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi. 

Sugiono melanjutkan, dalam pertemuan tersebut turut membahas situasi yang terjadi di Timur Tengah. Ia pun menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. 

“Saya menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi," ujarnya. 

Selain bertemu dengan Dubes Iran Boroudji, Rabu siang Menlu Sugiono juga menggelar pertemuan online dengan Duta Besar RI di kawasan Timur Tengah. Dalam pertemuan ini, Menlu Sugiono memberikan arahan terkait perlindungan WNI di masing-masing negara. 

Dalam melancarkan retaliasi yang dijamin Pasal 51 Piagam PBB, Iran juga menyerang pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.  

Di hari yang sama, Menlu Sugiono juga berbicara dengan Menlu Persatuan Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Dalam pembicaraan dengan kedua menlu negara sahabat ini, Menlu Sugiono memastikan kembali posisi Indonesia yang ingin agar deeskalasi terjadi untuk menjaga stabilitas kawasan.

Serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Teheran, Iran itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke arah Israel dan pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah. 

AS menamakan serangan ke jantung Iran itu sebagai Operasi Epic Fury, sementara Israel menamakan serangan itu sebagai Operasi Roaring Lion. Adapun Iran menyebut serangan kedua negara itu sebagai Operasi Epstein.


Iran Torpedo Kapal Perusalk AS di Samudera Hindia

Sebelumnya

Iran Sebut Serangan AS dan Israel sebagai “Operasi Epstein”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global