post image
Dari kiri ke kanan: Wang Yi (China), Laurent Fabius (Prancis), Frank-Walter Steinmeier (Jerman), Federica Mogherini (Uni Eropa), M. Javad Zarif (Iran), Philip Hammond (Inggris), dan John Kerry (AS) dalam penandatanganan JCPOA, 14 Juli 2015 di Vienna.
KOMENTAR

Sudah tidak ada lagi kepercayaan dari pihak Iran untuk melanjutkan diplomasi dengan Amerika Serikat. Hilangnya kepercayaan itu, karena AS telah melalukan pengkhianatan yang berulang di saat sedang melakukan perundingan dengan Iran. 

Pengkhianatan pertama, ketika secara sepihak Amerika Serikat di masa pemerintahan pertama Donald Trump membatalkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018. JCPOA adalah perjanjian antara Iran dan kelompok P5+1 (AS, Inggris, Prancis, China, Rusia, dan Jerman) untuk membatasi program nuklir Iran guna mencegah senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.

Pengkhianatan kedua, berupa serangan Israel terhadap Iran pada Juni 2025 di tengah proses perundingan dengan Amerika Serikat. Sementara serangan yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu adalah pengkhianatan AS yang ketiga.

“Kami senantiasa berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, namun dalam membela kehormatan dan kedaulatan kami, kami tidak akan pernah ragu,” tulis Kedutaan Besar Iran dalam keterangan yang diterima redaksi Zona Terbang, Senin, 8 Maret 2026.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan merujuk pada berbagai pelanggaran berat dan berulang terhadap Piagam PBB, hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, dengan tegas mengutuk tindakan agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan Israel terhadap integritas wilayah Iran.

“Serangan tersebut telah menyebabkan kesyahidan Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, sejumlah pejabat tinggi Republik Islam Iran, lebih dari 175 siswi Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah d i kota Minab, serta lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa lainnya,” tulis Kedubes Iran. 

Kedubes Iran juga menegaskan bahwa tindakan Washington dan Tel Aviv merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan kawasan maupun internasional, dan menyerukan kepada seluruh insan merdeka di dunia agar, selain mengutuk keras dan secara tegas serangan tersebut, juga mengambil langkah nyata dan segera untuk menghadapi kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis. 

Kedua negara agresor ini telah menempatkan perdamaian dan keamanan kawasan serta dunia pada tingkat bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu, masyarakat dunia juga diharapkan memberikan dukungan kepada Republik Islam Iran sebagai benteng terakhir dalam menghadapi ambisi dan peperangan rezim Zionis.


Iran akan Terus Membalas Sampai PBB Terapkan Pasal 39 Piagam PBB

Sebelumnya

Update Korban Invasi AS-Israel: 1.300 Warga Sipil Iran Tewas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global