post image
Imigran dari Maroko kembali ke tanah ari melalui kantong Ceuta.
KOMENTAR

Ketegangan diplomatik antara Spanyol dan Israel tersulut ke ruang publik setelah Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri dan penanganan krisis migrasi pemerintah Spanyol.

Konflik verbal ini bermula ketika puluhan ribu migran secara massal melintasi perbatasan dari Maroko menuju wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara, yaitu Ceuta. Situasi darurat ini memaksa pemerintah Spanyol mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mengamankan perbatasan wilayahnya.

Melalui akun media sosial X, Danny Danon menuding Spanyol munafik karena kerap menceramahi Israel tetapi justru mendeklarasikan keadaan darurat akibat krisis imigrasi. Danon juga menyindir Spanyol agar menjelaskan kepada dunia alasan di balik status wilayah enklave kolonial yang masih mereka pertahankan di tanah Afrika.

Pernyataan provokatif dari diplomat Israel tersebut langsung direspons secara terbuka oleh Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente. Dengan membagikan ulang unggahan Danon, Puente menuliskan komentar singkat yang menyiratkan bahwa situasi geopolitik yang terjadi kini mulai menemui kejelasan.

Saling sindir diplomatik ini terjadi di tengah berkembangnya spekulasi dan tuduhan dari para politisi serta komentator Spanyol. Mereka menduga bahwa Israel dan Amerika Serikat sengaja menciptakan kekacauan atau memanfaatkan krisis migrasi tersebut untuk menekan Madrid.

Dugaan pembalasan ini diyakini berkaitan erat dengan sikap tegas pemerintah Spanyol yang secara konsisten menentang perang Israel di Jalur Gaza. Madrid dikenal sebagai salah satu negara di Eropa yang paling vokal mengkritik kebijakan militer Israel serta mendukung pengakuan terhadap negara Palestina.

Sejumlah tokoh politik kiri Spanyol, termasuk juru bicara parlemen dari partai Catalan, Gabriel Rufian, turut menilai bahwa krisis migrasi di Ceuta sangat menguntungkan kepentingan strategis Amerika Serikat dan Israel.

Kendati demikian, ketegangan akibat komentar Danon ini bergerak cepat hingga memaksa Duta Besar Israel untuk Spanyol, Dana Erlich, turun tangan. Erlich secara terbuka menjauhkan posisi resmi negaranya dari pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh utusan Israel untuk PBB tersebut.

Krisis migrasi di Ceuta sendiri telah memicu gelombang keprihatinan yang mendalam setelah mencatat lonjakan perlintasan hingga puluhan ribu orang. Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan perbatasan darurat antara Uni Eropa dan benua Afrika di tengah pusaran geopolitik internasional yang memanas.


Kubu Anwar Ibrahim Kalah dalam Pemungutan Suara di Negeri Sembilan

Sebelumnya

Spanyol dan Maroko Atasi Darurat Pelintas di Ceuta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia