Empat pabrik mobil itulah yang membuat fisiknya. Huawei yang membuat otaknya.
Memang naik mobil listrik itu ibarat naik komputer yang diberi roda. Khusus untuk Maextro, komputer itu sudah berubah menjadi HP --handphone yang diberi roda.
Software, chip, sensor, dan kamera di Maextro semua buatan Huawei.
Keandalan sistemnya pernah diadu dengan Maybach. Yakni dalam uji coba head-to-head dengan Maybach. Ketika dicoba di udara yang dinginnya ekstrem Maextro yang menang. Sistem di Maybach down.
Anda sudah baca hasil uji coba itu di media: menimbulkan kontroversi besar. Tapi pihak yang melaksanakan uji coba (test drive) sudah sangat hati-hati: ia menggunakan Maybach dari persewaan mobil. Jadi tidak melanggar apa-apa. Karena itu mesti nama Maybach dirugikan tapi tidak bisa menuntut apa-apa.
Ketika live untuk Dismorning Minggu subuh kemarin saya sengaja melanggar kebiasaan: tidak pakai lampu studio. Saya mencoba hanya mengandalkan lampu teras rumah. Saya ingin tahu apakah kamera HP baru saya, Huawei terbaru, bisa mengalahkan kamera iPhone. Hasilnya bisa Anda lihat di postingan Dismorning Minggu pagi kemarin.
Kalau ternyata lebih baik berarti Huawei sudah bisa mengalahkan iPhone. Sedang Maextro sudah mengalahkan raja mobil negara Barat, Maybach dari Jerman.
Tingkat penjualan Maextro memang sangat tinggi: terjual satu juta mobil (dari September 2025 sampai Januari 2026). Dalam satu kurun saja penjualan Maextro di Tiongkok mengalahkan penjualan total Porsche Panamera ditambah Mercedes-Benz S-Class (termasuk Maybach S-Class).
Saya beruntung bisa mencoba ”Alam Kemuliaan” Maextro S800 di kota kecil Xuzhou di Tiongkok. Tapi saya tidak merasa mulia --mungkin karena pinjaman.


KOMENTAR ANDA