post image
KOMENTAR

Setidaknya 5 persen rakyat Indonesia mendukung serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran. Dari persentase itu, 0,2 persen menyatakan sangat setuju, dan 4,7 persen menyatakan setuju. Adapun 7,4 persen lainnya mengatakan berada di antara setuju dan tidak setuju. Adapun 4,5 persen lainnya memilih tidak menjawab dan 83,1 persen menyatakan tidak setuju.

Ini adalah salah satu hal yang diperoleh dari survei nasional yang dilakukan sejumlah lembaga survei politik pada tanggal 12 sampai 31 Maret 2026. Lembaga survei yang terlibat adalah Indikator Politik Indonesia (IPI), Lembaga Survei Indonesia (LSI_Lembaga), dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan bahwa populasi survei ini adalah semua warga negara Indonesia dewasa, berumur 17 tahun atau lebih atau telah menikah, yang memiliki cellphone. Jumlah sample survei sebanyak 1.066 responden, dengan dua kali margin of error sebesar 6 persen.

Lebih jauh Deni menyatakan bahwa karena opini tentang perang tersebut sangat erat kaitannya dengan berita dari berbagai sumber dan dapat diakses lewat internet atau media lain, maka populasi yang memiliki telepon ini diperkirakan lebih terpapar pada berita tentang perang ini dibanding yang tak punya telepon dan tak bisa mengakses berita perang tersebut lewat berbagai berita di berbagai media. Karena itu populasi pemilik telepon ini valid dijadikan sasaran dalam survei ini.


Selain Deni, dalam presentasi hasil survei pada 2 April 2026 di Hotel Sari Pacifik Jakarta juga hadir Direktur Eksekutif LSI_Lembaga, Djayadi Hanan, Ph.D. dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi, Ph.D.

“Legitimasi publik Indonesia untuk perang AS-Israel melawan Iran sangat kecil,” kata Burhanuddin.  


Jubir Wali Kota: 33 Ribu Rumah di Teheran Hancur Selama Perang dengan AS dan Israel

Sebelumnya

KNPI: Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Bergabung dalam Deretan Syuhada

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia